AtomicEssay

AES 135 Rumput dan Kerikil

leoamuristpenulis arsip2

Perubahan selalu terjadi, diakui atau tidak. Tidak perlu jauh ke luar diri sendiri, dalam diri sendiri saja selalu terjadi perubahan. Buktinya, tiap tahun angka usia kita bertambah dan itu tidak sekejap. Ada perubahan per bulan, per minggu, per hari, bahkan per jam. Yah, per detik juga seringkali berubah.

Sudah ambil pisang goreng, sudah bayar, tiba-tiba pengennya bala-bala.

Terus kalau ada yang selalu resisten dengan perubahan lingkungan, mungkin itu bukan resistensi sesungguhnya. Bisa jadi itu hanya usaha untuk mendapatkan label rebel. Dengan demikian kelihatan kalau resistensi yang dilakukan bukan untuk mempertahankan perubahan lingkungan, hanya untuk mempertahankan label rebel itu saja.

Perubahan lingkungan tidak tertahankan.

Label rebel yang dipertahankan pun sebenarnya baik kalau dilakukan dengan lengkap, tidak sepotong itu saja. Seperti kita mempertahankan nama. Nama kita tidak berubah kan, kalaupun berubah biasanya lamaaaaa jangka waktunya. Resistensi nama, menolak diubah. Kelengkapan dari mempertahankan nama ini adalah perubahan status nama.

Dari dek, kak, bro, sis; kepada pak, bu, om, tan; menjadi opa, oma, eyang, opung; menuju mendiang.

Resiliensi nama terlihat dari status panggilannya, menerima perubahan diri dengan mempertahankan nama cukup dengan mengubah cara panggilnya. Resisten tanpa resilien rasanya seperti kerikil besar di tengah lapangan rumput, menyebalkan bahkan menyakitkan saat terinjak kaki yang sedang melangkah tanpa alas.

Pilihannya ada dua, membuang kerikil itu atau memakai alas kaki.

Pertimbangannya banyak memang, juga tidak dapat dibahas semuanya. Menghabiskan waktu dan membiarkan kegembiraan berlalu. Kalau saya sih lebih memilih mengangkat kerikil pengganggu itu dan melemparkannya ke samping lapangan rumput, bergabung dengan kerikil lain.

Kegembiraan berlari tanpa alas kaki di lapangan rumput terpenuhi, keindahan barisan kerikil di samping lapangan rumput pun semakin menggembirakan hati.

Komentar (1)

yulitjahyadi
Wow... Terima kasih kak Leo tulisannya

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41