AES 141 Malas, katanya

Kendala terbesar apa yang dihadapi? Malas, katanya.
Akh..! seng tipu-tipu. Malas itu bukan kendala. Malas adalah pertanda.
Kendala sebenarnya adalah ikut-ikutan kata orang yang bilang, “Malas adalah kendala.”
Berhentilah menipu diri sendiri, berhenti menduplikasi kalimat orang lain. Berhenti sejenak, pikir, baru ber-kata sendiri.
Malas adalah pertanda bukan kendala.
Seperti berpikir adalah bergerak badan, bukan merenung terduduk kepikiran.
Terbaring-baring badan yang mulai tren dengan istilah rebahan, inilah yang membuat pertanda jadi kendala.
Pertanyaan sederhana sepertinya mulai perlu ditanyakan, tanpa dipertanyakan. Jadi persoalan, bukan permasalahan.
Pertanyaanya, “Saat kita berjalan, benarkah kita menapak atau sekadar melempar kaki ke depan?”
Kalau melempar kaki, wajar lah cidera. Niscaya malah.
Menapak lah kalau hendak bijak, menapak lah kalau hendak berpijak. Malas bukan kendala, justru adalah pertanda. Mengingatkan kita kaki masih dilempar untuk melangkah. Mengingatkan kita untuk menapak dalam melangkah.
Malas berarti perlu menemukan jalan lain untuk ditapaki, bukan sekadar dilangkahi. Dilalui, bukan sekadar dilewati. Malas mengajak kita untuk kreatif, bukan sekadar produktif. Konstruktif, bukan sekadar obsesif.
Malas lah sampai puas pada jalan yang memalaskan itu, agar kaki yang menapak dapat melompat kepada jalan yang menyegarkan. Dalam nilai yang sama, pada arah tujuan yang sama, banyak jalan menuju ke sana.
Jadi, malas itu sudah membuka pintu baru apa? Malas itu sudah memperlihatkan jalur baru yang mana? Malas itu sudah menciptakan sesuatu yang baru bagaimana? Malas itu sudah membangun keahlian baru yang mengefisienkan diri kah?
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
