AtomicEssay

AES 145 Tarik-tarikan

leoamuristpenulis arsip2

Seperti lomba tujuh belasan, dua kelompok penurut dua kutub berlawanan saling tarik tarikan. Berusaha untuk menarik pengikut kutub berlawanan ke arah kutub ikutannya, yang menang yang berhasil menambah pendukung kutub ikutannya. Setelah bertambah pendukung apa lagi? Kan sudah tidak ada lawan tarik-tarikan.

Seperti itulah kolaborasi, keterlibatan dua atau lebih pihak untuk mencapai satu tujuan bersama. Di tarik tambang ini, tujuan bersamanya kan menang. Tujuan ber-sama, tujuannya sama semua dan hanya satu itu saja. Menang tarik-tarikan, menarik lawan jadi kawanan. Lama tidak berkegiatan karena tidak ada lawan, jadinya gerombolan.

Suka tidak suka, kedua pihak bertarik-tarikan tadi saLing membutuhkan. Makanya dibilang kolaborasi itu melelahkan. Satu tarik ke arah yang tepat bertolak belakang dengan arah tarikan yang lain, keseimbangan hanya tercapai saat keduanya terdiam. Diam yang tidak bergeming, justru diam yang mengulang-ulang. Tarik-tarikan.

Sepertinya ada jalan lain kalau kolaborasi sudah tersadari tidak menghadirkan perkembangan, memang sebagai awalan kemenangan itu penting. Hanya, kalau berulang kan bosan juga kecuali yang memang sudah ketagihan. Bukan ketagihan kemenangan, ketagihan pengulangan justru. Karena, hal baru itu mengerikan bukan karena kebaruannya.

Hal baru mengerikan karena itu menghilangkan kebiasaan lama yang selama ini diulang-ulang.

Salah satu alternatif dari kolaborasi adalah kooperasi, dimana tujuan bersama tetap ada satu. Bedanya ada syarat penting yaitu, kalau tujuan pribadi tidak terpenuhi maka tujuan bersama tidak terpenuhi dan kalau tujuan bersama tidak terpenuhi maka tujuan pribadi tidak terpenuhi. Tarik-tarikan jadi berubah, karena tidak berlawanan.

Paradoks iya. Kontradiksi tidak.

Sekarang, kalau tarik tambang itu berdasarkan kolaborasi dan itu melelahkan yang stagnan. Maka, lomba yang berdasarkan kooperasi yang memang melelahkan sekaligus mengembangkan itu apa? Lomba tarik kerupuk. Tetap ada tarik-tarikan, tetap ada gangguan ke lawan tanding, justru inilah kawan kooperatifnya karena semua akan menang.

Semua mendapatkan kerupuknya, terlepas siapa yang duluan menghabiskan. Yang duluan tidak akan jadi duluan kalau tidak ada yang belakangan, perlu babarengan. Yang babarengan punya kepentingan pribadi, yang kebetulan sama yaitu makan kerupuk. Kepentingan ber-samanya? Menghabiskan kerupuk duluan.

Tarik-tarikan kita dengan tim selama ini jadinya, tarik tambang atau tarik kerupuk? Kolaborasi atau kooperasi?

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES241 Ajaran

Bukan karena pandai cerdas bijaksana, ia jadi mengajar. Justru karena mengajar, ia jadi pandai cerdas bijaksana. kalau pintar?oh itu perlu sajen & syarat, gimana aja kalau ke orang pinter kan Oke balik lagi ke soal ajar, mengajar, belajar.Pandai cerdas bijaksana hanyalah efek samping dari meres…

leoamurist30
AtomicEssay

AES205 Impresi

Menjadi diri sendiri bukan soal ekspresi, malahan adalah soal impresi. Bahkan ekspresi itu sendiri adalah usaha mengimpresi. Makanya impresi pertama adalah yang paling penting, dengan kesadaran bahwa impresi itu didahului dari ekspresi. Bagaimana caranya mengekspresikan penilaiannya akan orang lain…

leoamurist10