AES 15 New Places, New Vibes, New Experiences …
Dengan konsep rumah belajar memang menjadi hal yang menyenangkan untuk belajar bersama anak-anak dan komunitas. Belajar menjadi tidak kaku dan semakin tidak terbatas. Kita bisa belajar apapun asalkan bermanfaat dan sesuai dengan yang dibutuhkan setiap anak. Namun, tentu selalu ada tantangan dalam setiap kesenangan. Hal yang paling menantang dalam konsep rumah belajar adalah pembawaan anak yang kerap terlalu nyaman dengan lingkungan belajarnya. Kenyamanan ini baik bila kita lihat dalam sisi keterbukaan anak untuk menerima pengetahuan. Di sisi lain, kenyamanan ini pun kadang membuat anak luput untuk meningkatkan softskill mereka. Terutama kepedulian diri dan literasi terhadap lingkungan. Makna Rumah kadang disalah artikan dengan kenyamanan yang tidak berbatas. Padahal Rumah Belajar merupakan tempat untuk mereka mengembangkan diri bukan untuk menyamankan diri dengan mengagung-kan situasi keunikan dirinya.
Berdasarkan temuan tersebut, aku dan teman-teman petualan belajar (KPB) kelas 12 mencoba membuat kesepakatan baru. Dengan maksud mendobrak kenyamanan istilah rumah belajar tersebut. Kami pun menantang diri kami untuk tidak nyaman dalam belajar sebagai pacuan dalam mendapatkan ilmu terutama melatih soft skill yang biasanya luput dalam pembelajaran. Hal yang paling awal kami cobakan yaitu mencari tempat yang belum pernah kami kunjungi, baik secara personal maupun kelompok.
Aku rasakan saat berada di tempat yang masih asing, akan meningkatkan indera agar lebih peka dengan sekitar. Sehingga akan meningkatkan literasi dan kepedulian kita dengan lingkungan. Biasanya di tempat baru kita akan mengamati sekitar, mulai dari suasana, siklus kegiatan, orang lain yang ada, hingga mengukur batas kenyamanan kita dengan tempat tersebut. Mungkin inilah salah satu contoh petualangan sederhana disesuaikan dengan tempat. Dengan kegiatan yang sama namun tempat yang berbeda akan menghasilkan resonansi rasa yang berbeda. Begitu pun sebaliknya, dengan tempat yang sama dengan kegiatan yang beragam pun akan menghasilkan rasa yang baru. Semua itu tergantung kemampuan orang dalam memancarkan resonansi jiwa petualang agar dapat dinikmati bersama.
Saat ini, dengan konsep “New Places, New Vibes, New Experiences “ dapat memberikan petualangan baru untuk teman-teman KPB.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES 18 Berbagi dalam Ruang Belajar
Sudah cukup lama saya tidak menulis di ruang ini.Hari ini, tiba-tiba muncul dorongan untuk kembali berbagi. Hampir dua tahun sejak saya “graduate” dari rumah belajar, saya menjalani perjalanan yang penuh tantangan. Syukur, perjalanan itu justru membuka banyak kesempatan untuk bertemu dengan ruang-r…
AES17 _ Hening sebagai bagian dari menjadi Insan Manusia (Human Being)
(Hanya berbagi refleksi diri...) Proses yang terus akan terjadi pada manusia yaitu menjadi insan manusia. Kalimat tersebut masih terus terngiang dalam pikiran dan hati. Saya selalu meyakini setiap benda (hidup, mati, nyata, gaib) yang ada di semesta ini memiliki spirit atau energi. Energi ini tak t…
AES 16 Manusia dan Nurani (Opini diri)
Terbuka… Berani mengungkap… Mau mendengar… Manusia adalah makhluk sosial.. Membutuhkan orang lain untuk dapat hidup.. Sehingga mengutamakan berbagai cara untuk dapat selamat meski kadang mengorbankan manusia lainnya.. Hukum rimba … mungkin istilah itu masih ada dalam kehidupan manusia.. Yang kuat..…