AtomicEssay

AES 150 Kapan (30menit)

leoamuristpenulis arsip2

Ingin sedikit membelokan kutipan jadi, "Jangan tanya apa yang bisa diberikan oleh negaramu, tanyakanlah kapan?"
Konteksnya ini adalah negara konoha. Atau negara api. Yaa.. bisa juga negara mini tempat kita ngucek-ngucek mata baca tulisan ini; rumah.

Seperti di tulisan sebelum-sebelumnya lupa juga yang mana, ketulis (bukan tertulis), "Tidak pernah ada waktu yang tepat, yang ada hanyalah tepat waktu." Bertanya kapan yang disebut barusan bisa jadi soal ketepatan waktu diri sendiri untuk menjadi mampu menerima apa yang selalu diberikan negara tempat berada saat ini.

Jadi bukan negara ini yang perlu tepat waktu memberikan sesuatunya, malahan kita yang perlu tepat waktu  untuk menerima segala  yang diberikan negara tempat berada saat ini. Kapan dong yang dibilang tepat waktu itu? Sekarang. Udah dua kali lho disebut 'negara tempat berada saat ini.'

Negara selalu memberi, setiap hari setiap menit setiap detik. Memang sih kita seringkali merasa tidak terima kalau apa yang diberikan tidak sesuai selera kita. Makanya, menerima itu butuh kemampuan kan. Yang perlu dimampukan dari diri sendiri adalah menerima ketidak sesuaian itu, sehingga nanti kalau ada pemberian yang sesuai selera kita pun jadi mampu menerima.

Mampu menerima bukan berarti tunduk juga, bisa koq menerima dengan cara keluar pergi meninggalkan negara tempat berada saat ini. Itu pun menerima, itu butuh kemampuan.

Mampu untuk menerima bukan pada waktu yang tepat, malahan mampu menerima tepat waktu. Kapan tepat waktu itu? Sekarang!
Sekarang, udah bisa nerima?

Kalau sudah bisa menerima, berarti sekarang sudah ada ketetapan pilihan kan. Lanjut atau cabut, karena tidak menetapkan pilihan bikin ngambang di antaranya. Hanya menghambat. Seperti batu bata di antara ban truk pengangkut batu bata. Bikin truk gak bisa jalan, keganjel soalnya.

Karena bata se-batu, rusak batu sebata-bata. Duh, modifikasi yang gak enak. Kembalikan ke aslinya aja lah. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.

Kalau menetapkan pilihan di mau lanjut, ada tips di tulisan besok pagi.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41