AtomicEssay

AES 152 Tingkat (3menit)

leoamuristpenulis arsip2

Tingkatan paling dasar adalah untuk memenuhi kebutuhan mendasar. Kebutuhan mendasar yang perlu dipenuhi hanya ada dua, kebutuhan memenuhi keinginan merasa dimengerti dan kebutuhan untuk memenuhi keinginan merasa dimaknai.

Keinginan merasa dimengerti banyak bentuknya, dari diam menatap penuh isyarat sampai kepada berisik berceloteh penuh cerita berulang. Keinginan merasa dimaknai banyak bentuknya, dari sibuk di belakang layar sampai berisik di atas panggung dadakan.

Naik satu tingkat adalah mengamankan diri. Menggunakan bentuk-bentuk tersebut di atas, semakin sering diulangi jadi semakin ahli. Keahlian ini lah yang dijadikan alat tukar untuk mendapatkan keamanan. Paling tidak, mendapatkan rasa aman.

Kalau lagi lapar merasa aman karena dompet digital ada isinya dan aplikasi pesan antar makanan lagi banyak diskonnya. Kalau lagi ngantuk merasa aman karena tagihan sewa bulanan selalu tepat waktu terlunasi. Kalau lagi sakit merasa aman karena asuransi aktif.

Naik satu tingkat lagi adalah menjadi bagian dari kumpulan setingkat. Tidak hanya sendirian kan yang berhasil melalui kedua tingkat sebelumnya. Melalui lho ya, bukan melewati. Bisa sih di-lewatin, di tataran kemenyadaran. Di tataran kesadaran, selalu melalui.

Pilihannya, saling serang berusaha mendominasi yang lain atau saling berafiliasi menjadi kawanan setingkat. Kawanan kecil kawanan besar, sama-sama saja berkelompok. Dominasi atau afiliasi, sama-sama saja mengisi peran di dalam dinamika kawanan.

Naik satu tingkat lagi adalah kebanggaan. Bangga pada diri sendiri menjadi perlu, karena diakui atau tidak, disadari atau tidak, diri membutuhkan apresiasi setelah melewati tiga tingkat sebelumnya. Jebakan bangga adalah arogan.

Apalagi kalau sudah merasa jadi bagian kawanan setingkat yang sudah dilalui pada tingkatan sebelumnya. Saking merasa jadi bagiannya, kenangan akan kejadian menjadi alasan kebanggaan dan diulang-ulang jadi arogan. Padahal, kelompok itu sudah tidak ada lagi.

Masih ada dua tingkatan terakhir. Hmm... di tulisan selanjutnya aja deh.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41