AES 153 Output Vs Input, Outcome jadi luput (50menit)

Beberapa kali melihat penyampaian gagasan pekerjaan dari peserta program. Pada bilang kalau sasaran utamanya mengolah keterampilan yang dimiliki untuk memenuhi capaian tingkat keterampilan sesuai ukuran tertentu.
Lha, bukannya ini area olahan penyelenggara program ya?! Pun, ukuran (tingkat capaian) kan hasil sampingan bukan keutamaan.
Seperti kebersamaan yang seringkali diagungkan itu, kan sampingan. Keutamaannya ada di kemampuan untuk menyesuaikan diri pada peran tertentu dalam jangka waktu tertentu.
Jadi kalau saat bersama, fungsi peran tidak terpenuhi karena kedekatan yang terlalu banyak perbincangan. Bukan kebersamaan itu, hanyalah ketagihan.
Ah... mungkin ini ya yang jadi dasar kutipan, kehadiran itu pengalihan dan kebersamaan itu ketagihan.
Kembali ke soal peserta program yang perlu kembali ke area olahannya.
Bukankah yang pada tempatnya yaitu, "sasaran utama peserta adalah produk. Produk (output) apa yang diinginkan menjadi, dampak apa yang diduga terjadi."
Bersamaan dengan penyelenggara program juga kembali ke areanya yaitu, "pada proses (input) menjadikan produk agar selaras dampak yg diduga (expected outcome)."
Ukuran kan hanya perangkat yang memudahkan untuk melihat keselarasan proses (input) dan produk (output). Nilai, untuk menampilkan kesenjangan.
Kesenjangan (gap) inilah yang ditambal oleh penyelenggara bersamaan dengan peserta yang terus melaju menuju titik akhir. Bukan terbalik, peserta yang menambal dan penyelenggara yang terus melaju.
Kalau terbalik begitu, nanti peserta jadi penyelenggara dan penyelenggara jadi peserta dong.
Jadi salah kaprah kayak rakyat dengan wakil rakyat, kayak warga dengan aparatur, kayak pemilik motor dengan tukang parkir minimarket.
Siapa yang berkuasa siapa yang menguasai, terbalik.
Dampaknya (outcome) jadi bias, keberlanjutan tidak jelas. Wajar jadinya, terjebak siklus mempertanyakan. Karena penempatan peran tidak sesuai ruang. Output berlawanan dengan input, outcome pastilah luput.
Bukan orang yang memilih tempatnya, justru tempat lah yang memilih orangnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
