AES 161 Tulisan ini rada berat ya… (18menit)

Pertemuan singkat sebelum hujan turun kemarin pagi lumayan membuka sekat hambaTan pikiran (mind). Terlalu banyak pemikiran (thought) seringkali adalah hambatannya. Memang tidak hanya itu saja, karena semua berpasangan. Pasangan dari terlalu banyak pemikiran adalah terlalu sedikit berpikir (think).
Irisan kedua hal yang berpasangan tadi itulah yang selalu jadi korban penyalah gunaan, yaitu perasaan (feel). Kalau dipergunakan dengan benar, dinamai intuisi. Kalau dipergunakan dengan tidak benar, dinamai mood. Catatannya terlepas dipergunakan dengan benar atau tidak benar, dampaKnya bisa baik atau tidak baik.
Benar dan baik itu beda. Pembenaran kan beda dengan perbaikan. Lalu ada yang nanya, kalau pembetulan? Itu berarti betul. Betul itu apa? Jawaban ngasalnya sih, betul adalah yang benar dan baik. Jadi, pembetulan itu bisa jadi pembenaran dan perbaikan dong? Bisa jadi!
Paragraf barusan adalah contoh hambatan. Alih-alih berpikir (think) malah sibuk dengan pemikiran (thought). Overthinking itu gak ada. Overthoughting yang ada. Lagipula, the way we think is the way we feel. Satu lagi deh biar nambah panjang, to think is to do-ing.
Coba ingat saat kita terjebak ocehan panjang, yang satu tarikan napas seribu kalimat penceritaan keluar. Baik itu dalam bentuk omelan, masukan, saran, atau sekadar tidak bisa menahan diri untuk berbicara. Itu semua adalah bentuk dari berpikir. Ada tindakan berpikir dari tindakan mengoceh. Yes, talking is doing. Doing kinda think thing.
Jadi kalau kita menggerutu, ah dia hanya bisa ngomong doang gak kerjain. Itu sudah menunjukkan kekurang mampuan kita untuk bekerja sama dengan dia. Perannya berbicara, peran kita menindak lanjutinya. Seperti penonton berkomentar dan pelatih yang menindak lanjuti strategi, pemain yang berkembang.
Lagipula, yang mengomentari komentar kan sesama penonton yak. Jadi kelintas penyadaran kemarin siang yang bilang, “Kalau kita lagi (merasa) miskin, itu saatnya kita bekerja keras (menambah). Kalau kita lagi (merasa) kaya, itu saatnya kita untuk bekerja cerdas (membagi).”
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
