AES 162 Siput & Kerbau

Kodok bukan katak. Kulit kodok lebih kering, tampilan kodok lebih kasar, kaki kodok lebih pendek. Tak usah lah tuan kodok bersikap angkuh dengan berusaha menjadi katak. Katak yang kulitnya lebih mulus karena berlendir sehingga lebih sigap bergerak meliuk lentur dengan rapi. Katak yang kakinya lebih panjang sehingga mampu melompat dengan anggun dan mendarat dengan tepat.
Baiklah tuan kodok menjadi dirinya sendiri, yang merangkak walau begitu inginnya melompat. Yang merangkak dengan kesadaran dirinya sebagai perangkak yang ulung. Langkah demi langkah, rangkak demi rangkak. Malah lebih indah, rapi, dan bertanggung jawab. Daripada memaksa diri menjadi katak sambil abai bahwa diri sejatinya adalah kodok.
Tonggeret bukan elang. Memang tinggi posisinya, namun tidak setinggi itu juga. Karena elang melayang di atas pohon sedangkan tonggeret melekat di batang pohon. Setinggi apapun posisi kemelekatannya di pohon tertinggi, lebih tinggi angin dan awan yang diterabas oleh elang. Tak usah lah nyonya tonggeret bersikap arogan dan berusaha menjadi elang, dengan suara berdenging yang panjang tak terhentikan kecuali saat turun hujan.
Itu pun setelah ditampar gelegar petir baru terdiam dan tersadar, kalau pekikan elang bukan dengingan tonggeret. Pekikan eksklamasi teritori yang terbukti melalui aksi, jelas berbeda dengan eksplanasi retorika yang merepetisi narasi. Pun sama-sama bersuara, beda lah peruntukkannya.
Demikianlah baiknya nyonya tonggeret menjadi dirinya sendiri juga, sebagai penanda walaupun begitu inginnya jadi yang tertanda. Tetaplah berperan sebagai penanda, yang memberi jalan bagi sang tertanda sesungguhnya. Lagipula yang mampu berisik memberikan tanda kan, tuan tonggeret. Bukan nyonya tonggeret.
Begitulah cerita si siput tanpa cangkang, kepada kerbau yang asik mengunyah.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
