AES 202 Sa-saran

Saran tidak akan pernah tepat sasaran, karena saran bukan sasaran. Saran selalu kurang daripada sasaran. Saran seringkali lahir dari pengurangan sasaran. Yang dikurangi adalah pengalaman.
Sasaran membutuhkan pengalaman untuk mencapainya, sedangkan saran terlalu penuh dengan pemahaman. Seperti pemahaman adalah pengalaman yang digeneralisasi melalui reduksi dan simplifikasi, demikianlah saran lahir dari sasaran.
Seperti saran untuk menghadapi dengan kepala dingin melalui duduk berdiskusi, adalah reduksi dan simplifikasi dari sasaran yang mengalami bau tidak sedap bersama pandangan tidak enak dan ocehan panjang bikin pekak telinga.
Sejauh itulah perbedaan dari saran dan sasaran, sejauh mengikuti peta aplikasi berbasis satelit dengan koordinat dua dimensi. Rasanya paham dan menguasai sehingga saran sungguh indah dan mencerahkan.
Saat mengalami baru sadar, kalau sasaran punya dimensi ketiga yang namanya elevasi. Itu pun kalau memang benar turun mengalami, bukan hanya mendorong dan memotivasi untuk menjalani. Yah, saran memang tidak pernah tepat sasaran.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

