AES 29 Esok kau akan mati
Sebuah kalimat luar biasa yang berbunyi "Kemarin hanya sebuah organisme kecil dengan jutaan jumlahnya, lalu kemudian hari menjadi seorang manusia sombong padahal esok hari kau pun menjadi bangkai kembali". Hal ini sangat mengingatkan bahwa kita tidak akan pernah tahu di detik keberapa jantung, paru paru, nafas, hati, dan seluruh organ lainnya terhenti secara tiba-tiba. Kita juga tidak akan pernah tahu dimana hari kita akan lahir menjadi seorang manusia. Dari sinilah kita harus. Belajar berbuat sebaik mungkin setiap harinya agar tidak ada rasa penyesalan di kemudian hari. Suatu kalimat kasar pendek namun bermakna ganda, bisa saja ia hanya ingin sekedar menyindir orang sombong namun bisa juga sebaliknya bahwa ia ingin mengingatkan kita pada yang maha kuasa bahwa segala kemungkinan bisa terjadi. Kita diajak untuk lebih sadar dalam berbuat di dalam kisah dan sejarah dunia. 1 kali tindakan kita mungkin bisa membuat orang lain mati. Berhati hati lah dengan hati agar tidak melukai sesama mu manusia. Sama sama hidup di tanah yang sama, lahir dan mati dengan cara yang sama jangan engkau membedakan 1 dengan yg lain.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES487 Kehilangan Bahagia
Tulisan kali ini adalah catatan tentang pengalaman saya di Gelar Griya. Mengenai Gelar Griya, sempat saya tuliskan dalam esai saya yang lain, tautannya ada di sini. Judul di atas saya ambil dari banyak pengalaman saya mendengarkan kisah tentang anak-anak yang kehilangan kebahagiaannya di sekolah la…
Andy Sutioso140
AES 35 Lama Sudah
Spontan saja ketika malam hari aku merasa butuh menuliskan sesuatu di ririungan. Kurasa banyak yang telah berubah dan berganti seiring berjalannya "waktu". Seharusnya sih seperti itu, karena aku percaya semesta dan alam sudah mengatur semuanya dengan begitu baik dan sempurna, mereka bekerja sama de…
AES 34 {titik awal} bagian kepala
Kepala Raja dari ikan tuna di samudera lepas Mendapat mandat berubah menjadi salmon Perjuangan sang raja menjadi lebih sulit Berenang melawan arus formalisasi dunia ini Gencar merusak akar pondasi pohon sang raja tidak lagi berenang mengarungi samudra bersama kawanannya Perjuangannyq masih satu tuj…

