AES 30 Seperti Remaja Tujuh Belasan
Selayak apa hal itu untuk diperjuangkan dan sepantas apa untuk dipertahankan? Pertanyaan yang perlu diungkapkan saat mempertimbangkan harga dan nilai. Mempertimbangkan pengorbanan dan pencapaian. Bukan kecapaian.
Harga yang ekuivalen dengan nilai itulah yang dibilang layak. Pengorbanan dan pencapaian yang ekuivalen itulah yang dibilang pantas. Layak sih harga makanan ini seratus ribu rupiah satu porsi karena rasanya enak banget, kenyangnya pas banget. Pantas juga karena bahan makanan langsung ambil dari kebun petani di sini dan dimasak oleh penduduk area sini.
Pantas itu rasanya seperti logika, ada urutan ada proses ada sebab ada akibat. Layak itu rasanya seperti rasionalitas, ada perbandingan ada ukuran ada keadilan. Kepantasan akan selalu terjadi, sudah pantas untuk melakukan sesuatu sudah pantas untuk mendapatkan sesuatu. Tanda seru. Kelayakan yang tidak selalu terpenuhi, sudah layak kah melakukan sesuatu tersebut sudah layak kah menerima sesuatu tersebut. Tanda tanya.
Seperti remaja tujuh belasan. Sudah pantas untuk bertualang ke luar rumah! Sudah layak kah? Sudah pantas berpartisipasi menentukan keputusan! Sudah layak kah? Sudah pantas berkontribusi memberikan alternatif solusi! Sudah layak kah? Sudah pantas dipandang sebagai pribadi! Sudah layak kah?
Seperti pemuda dua puluh satuan. Sudah pantas kembali ke rumah! Sudah layak kah? Sudah pantas mengambil posisi pemimpin! Sudah layak kah? Sudah pantas membuat inovasi! Sudah layak kah? Sudah pantas dipandang sebagai warga dunia! Sudah layak kah?
Kalau belum terjadi semua kepantasan itu berarti belum layak. Potensi akan selalu ada, implementasi yang tidak melulu terjadi. Kelayakan perlu diusahakan seperti meditasi. Kepantasan perlu diterima seperti kontemplasi. Persoalan (bukan permasalahan) yang perlu dijalani (bukan diselesaikan) yaitu, apakah ketika kita sudah pantas menerima potensi ini kita sudah layak memanfaatkannya?
Karena kepantasan dan kelayakan adalah perjalanan, jadi kalau belum layak masih ada kepantasan-kepantasan lain yang terbuka. Kepantasan tiga puluh empat dan kepantasan empat puluh dua, niscaya diterima. Kelayakannya yang pilihan. Sudah terupayakan dengan baik saat itu atau masih belum sempat dan menunggu kepantasan periode selanjutnya. Kepantasan lima puluh lima dan enam puluh empat.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
