AES 64 Ucapan Cermin Pikiran? Pikiran bercermin di mana?

Jika ada pertanyaan-pertanyaan "tidak umum", pikiran langsung mengerucut pada sebuah nama, @leoamurist Meski bagiku Kak Leo tak pernah memberi jawaban pasti, sebagaimana diharapkan setiap orang yang bertanya, tetapi di situlah candunya. Jawaban, kalimat-kalimat, tulisan-tulisan Kak Leo selalu menggugah hasrat untuk menelaah lebih dalam. Pada satu titik, sempat terpikirkan, mengapa aku "tidak bisa" sepeka atau sedalam itu menguliti "resah" di dalam diri. Apa mungkin karena ada kecenderungan untuk perasaan-perasaan "ah, tak apa masih aman." Atau seperti tulisan Kak Leo yang ini Stagnan Adalah Keniscayaan Kalau ... yang di dalamnya kutemukan kalimat-kalimat yang menggelitik dan mengusik. Misalnya, "Bebaskan diri dengan menghayati (mengerjakan) kemungkinan, peluang, dan sebab akibat ruang diri sendiri. Kalau mampu. Yak, karena tidak pernah ada yang namanya kemauan dan hanya ada kemampuan. Toh, kemampuan pertama adalah mampu untuk mau."
Kak Leo dalam tulisan dengan judul yang sama (di atas) menyinggung penundaan aktif (active procrastication). Sementara penundaan pasif masih saja kulakukan, tepat ketika membaca bagian bentuk penundaan aktif itu, saraf tawaku langsung disentil. Lebih lucu lagi ketika kutemukan bahwa penundaan aktif ini kulakukan juga dengan penuh kesadaran. Termasuk memilih untuk stagnan pada hal-hal tertentu. Selain karena alasan nyaman dan aman, maupun kehendak diri untuk tetap berada pada porsi "kecil" dalam hidup. Oleh karenanya, kurasa ini bisa menjadi topik menyenangkan untuk diskusi-diskusi sore. Seperti yang seingatku dulu sering dilakukan kakak-kakak sepulang sekolah di hari-hari tertentu. Rindu juga nih, sama para jagoan diskusi seperti Kak @jeremia-manurung dan Kak @maulrest yang selalu menyenangkan perspektif dan suasananya. Kak @asep-ramdan juga seru nih, atau semoga Kak Leo sering-sering "bolos" pulang duluan untuk buka-buka diskusi tak formal. hehehe
Komentar (2)
fotonya kayak cover album musik 90an
Hayu atuh gaskeun diskusi sore di Jatinangor
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 102 Berbagi Jalan
MengALAMI kembali pengALAMAN intens bersepeda di jalanan Bandung sebulan ini, gagasan utopisku tetiba muncul. Bahwa mungkin dengan naiknya tren bersepeda serta konsistennya kami, BaikSirkel dalam mengisi ruas-ruas jalanan kota dengan sepeda, akan TURUT MEMELANKAN RITME KOTA YANG RASANYA SEMAKIN TER…

AES 101 Kembali ke Akar?
Frasa "Kembali ke Akar" akan selalu menjadi pertanyaan yang menarik untuk diuji dan dicerna di lambung pikir dan rasa. Pada sebuah hari yang santai, karena memang begitu hari-hariku kini, tetiba panggilan suara berkunjung ke gawaiku atas nama Bayu Mango. Dari balik telepon itu tertangkap sehelai pe…

AES 100 Sampai
Sampailah kita pada saat yang berbahagia, dengan selamat sentosa, mengantarkan Kawan Marwas ke depan pintu gerbang petualangan dan jenjang baru, kelas 4. Tak lupa juga jenjang lain yang pernah bertualang bersama dan berbagi kegembiraan. Bersamaan dengan ini, berakhir pula masa bakti saya sebagai te…

