AtomicEssay

AES402 Stagnan Adalah Keniscayaan Kalau ...

leoamuristpenulis arsip2

... masih menggunakan keseharusnyaan untuk berebutan posisi. Seperti seorang teknisi malah menyibukkan diri dengan mengupas keseharusnyaan seorang insinyur, seperti seorang pendamping aktivitas di lapangan yang malah menyibukkan diri dengan mengulas keseharusnyaan seorang penyusun strategi di ruangan. Bukankah ini bentuk penundaan aktif (active procrastication) yang tetap saja penundaan, jadi wajar kan stagnan karena menunda dirinya sendiri untuk berkembang.

Kalau tidak puas dengan keadaan sekarang baiklah merespon keadaan sekarang yang namanya realita, bukannya lari kepada fakta yang sudah tentu dan jelas berada di masa lalu. Karena realita masih mengalir, ia tidak bisa dipatenkan atau dipateni. Yang bisa dipatenkan itu yang sudah lewat karena sudah tidak bisa berubah, jadi dipateni ya mati ya tetap. Fakta tentu saja berguna, untuk menjadi acuan dan penahan saat kita jatuh dalam perjalanan. Bukan penghambat kelajuan.

Itu pun kalau ingin berkembang, karena posisi stagnan pada dasarnya menyenangkan. Sibuk mengalihkan perhatian dan menunda tanggung jawab diri sendiri kepada tanggung jawab orang lain dengan komentar-komentar keseharusnyaan, sangat familiar dan berulang. Menyenangkan kan untuk yang cinta stagnan. Sedangkan berkembang membutuhkan pembaruan, yang berarti berhenti berkomentar keseharusnyaan dan mulai melakukan kolaborasi pada kenyataan.

Bebaskan diri dengan berhenti berebutan posisi. Bebaskan diri dengan meraih posisi. Bebaskan diri dengan berhenti mengkhayali (mengomentari) keseharusnyaan ruang orang lain. Bebaskan diri dengan menghayati (mengerjakan) kemungkinan, peluang, dan sebab akibat ruang diri sendiri. Kalau mampu. Yak, karena tidak pernah ada yang namanya kemauan dan hanya ada kemampuan. Toh, kemampuan pertama adalah mampu untuk mau.

Walaupun, kemampuan pertama inilah sumber stagnasi oleh karena kekentalan aura keseharusnyaan. Makanya, stagnan adalah keniscayaan kalau masih menggunakan keseharusnyaan untuk berebutan posisi.

makanya perlu naik tingkat kepada kemampuan kedua
ketiga keempat
kelima keenam
ketujuh sampai
kejeduk.

peter principle : the principle that members of a hierarchy are promoted until they reach the level at which they are no longer competent
picture by microsoft copilot

Komentar (1)

mmatheusaribowo

Bagus banget ini kak Leo! Diskusiin ini, yuk! hahahai

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41