AES001 Embrace my fear

Rasa takut seringkali defensive.
Wajar.
Karena itu adalah caranya untuk mempertahankan hidup.
Semakin didesak, semakin tertutup
Semakin dipaksa, semakin kuat mempengaruhi
Ketika tertekan, akan melawan menjadi rasa panik.
Rasa sedih, rasa marah seringkali menyertai. Sadari saja.
Sadari bahwa rasa ini adalah bagian dari diri dan akan selalu ada. Takkan hilang.
Waaah gimana donk? Bakal selalu ada rasa takut seumur hidup atuh!
Memang kenapa kalau ada rasa takut dalam diri?
Bukankan ia yang menjagamu dari rasa sombong?
Bukankah ia yang menahanmu dari ego yang berlebih?
Bukankah ia yang seringkali menyelamatkamu?
Seringkali rasa takut hanya dikenali ketika dirimu ingin bersembunyi.
Seringkali rasa takut kita sadari ketika kita lelah.
Temani ia dengan rasa syukurmu
Tenangkan ia dengan rasa cintamu
Bahwa rasa takut sama berharganya dengan rasa cinta
Bahwa ia diterima apaadanya
Tidak harus menjadi berani untuk diterima.
Berani bukanlah tidak takut
Berani adalah menerima rasa takut dan memeluknya sama erat dengan semua rasa yang ada.
I’m not face my fear.
I’m embrace my fear,
and I take care of it.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES001 Pengaruh Perbaikan Jalan di Tol Pasteur terhadap Mood dan Selera Humor di Pagi Hari
Lagi-lagi kejebak macet di luar tol Pasteur gara-gara ada perbaikan jalan. Ini sudah perbaikan jalan yang ke-7 kali—atau mungkin yang ke-8, saya lupa—dalam 3 bulan belakangan. Anak saya masuk sekolah pukul 07:45 WIB, kira-kira 15 menitan lagi, dan mobil kami baru masuk barisan paling belakang dalam…

AES179 Sabar..
Ketika agenda dan olahan mulai memadat, ada kecenderungan dalam diriku untuk semakin ketat mengaturkan segala sesuatu. Seperti terkondisi untuk terus berstrategi agar seiring waktu berjalan semua agenda dan kegiatan tetap berjalan baik sesuai jadwal dan sasaran. Kerap terjadi, bahkan hampir selalu,…

AES015 hal yang mudah namun sulit
ini aku, aku yang ingin didengar namun sukar untuk mendengar. ini aku, aku yang selalu merasa buruk walau situasi tak selalu buruk. ini aku, aku yang menutup telingaku untuk orang namun memaksa orang untuk embuka telinga mereka untukku. orang macam apa aku ini? hanya haus validasi, ingin dikasihani…
jovanna34

