AES011 Sepotong Kisah tentang Guru
Mega1
Hari Guru memang hanya diperingati setahun sekali pada tanggal hari ini, namun aku masih mengingat nama dan wajah setiap guru yang mengajarku, dari jenjang 0 kecil (sebutan untuk TK A zaman dulu) sampai SMA.
Masih tertoreh dengan jelas guru pertamaku di sekolah formal, saat aku masuk 0 kecil. Bu Hetty namanya. Beliau juga menjadi wali kelasku saat kelas 4, di sekolah yang sama. Kebetulan saat SD dulu guru wali kelas di sekolahku mengajar semua mata pelajaran, sama dengan di Smipa. Bedanya, dulu satu kelas berisi 40-50 orang siswa dengan satu orang guru! Wow memang kalau dipikir-pikir, bagaimana mungkin satu guru memfasilitasi 40-an anak.
Kembali soal Bu Hetty. Empat tahun lalu aku berhasil menjumpainya saat pulang ke kota asal. Wajahnya tak banyak berubah, usianya saat itu mungkin sekitar 60 tahunan tapi masih terlihat sangat segar. Beliau telah memasuki masa purnabakti. Karena banyaknya murid dan lamanya mengajar, Bu Hetty tidak terlalu ingat padaku. Tapi tak masalah, karena tujuanku mengunjunginya sekadar sowan sekaligus pulang kampung. Dan yang penting, kami bisa sedikit bernostalgia setelah kutunjukkan foto-foto kelas saat aku TK dulu.
Dari semua guruku, sosok Bu Hetty-lah yang paling membekas. Selain karena ia guru pertamaku, juga ada suatu peristiwa yang tak pernah kulupa. Ketika itu aku sudah lulus kuliah dan bekerja. Suatu hari saat pulkam, aku mengunjungi SD tempatku bersekolah. Aku senang berada di sana, menapak tilas ruang-ruang yang pernah kutempati dulu. Mungkin waktu itu sudah lewat jam anak-anak sekolah, jadi aku dengan leluasa bisa berjalan-jalan dalam gedung. Saat melewati ruang guru, kulihat dari kejauhan Bu Hetty sedang duduk menyampul setumpuk buku tulis! Ya ampun, detik itu juga aku tersadar betapa besar pengabdian beliau setelah sekian puluh tahun. Aku telah melewati masa SD, SMP, SMA, lalu kuliah di luar kota dan mendapat pekerjaan di kota lain, sedangkan beliau tetap tekun mengajar di tempat yang sama dan 'melayani' murid-muridnya.
Sejak kunjunganku ke rumahnya, kami kadang saling berkirim WA. Aku senang melihat Bu Hetty menjalani masa tuanya dengan bahagia bersama anak-cucunya, suatu berkat yang sangat sepadan dengan semua pengabdiannya.
Sekali lagi, Selamat Hari Guru Nasional untuk kakak-kakak Smipa! Teruslah berkarya dan mencintai murid-muridmu, karena suatu saat mungkin akan ada seorang anak yang menyimpan namamu dengan rapi di sudut hatinya sampai ia dewasa kelak.
Komentar (3)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES055 Mangga dan Bapak-Bapak
Hari ini ada pemandangan istimewa di area parkiran sekolah kita. Seorang bapak sedang memanjat pohon mangga golek yang terletak di dekat kantor. Tiga orang bapak yang lain sedang menunggu di bawah. 😄Sebelumnya, saat aku memutar mobil mencari tempat parkir yang kosong, dua orang bapak sedang berbag…
Mega52
AES054 Menua Bersama
Tahun ini merupakan tahun yang sangat istimewa bagiku, seiring dengan kehadiran dekade baru dalam hidupku. Ya, hampir semua teman seangkatan, baik teman sekolah maupun kuliah, di beberapa grup WA yang kuikuti, juga memasuki tahapan yang kami sebut golden age. Selain pertambahan usia baru, yang memb…
Mega53
AES053 Learn, Unlearn, Relearn (3)
Akhir 2024 kemarin aku berkesempatan naik kereta jarak jauh, Bandung - Malang, selama 13 jam. Ini kali pertama setelah lebih dari 20 tahun lalu aku tidak pernah berkendara selama itu menggunakan kereta api. Tentu, banyak sekali perubahan yang kurasakan. Kulihat, KAI banyak berbenah diri. Gerbong ke…
Mega23