Atomic Essay

AES012- Koneksi & Empati

Farzanpenulis arsip2

Kita adalah makhluk yang sosial. Pikiran purba kita terlalu takut untuk ditinggal sendirian, sampai-sampai benak kita secara fisik mulai memburuk jika kita menghabiskan waktu terlalu lama tanpa orang lain.

Anehnya, manusia juga makhluk yang amat berbeda-beda. Tidak seperti lebah atau semut, yang pekerjanya berbentuk identik untuk mencapai efektifitas maksimal, tak ada manusia yang sama persis. Begitu banyak variabel di dalam diri manusia, cara kita membaca dunia dan bertindak. Kita individualis. Kita egois. Kita punya sudut pandang yang kita gigit dengan gigi geraham dan pertahankan mati-matian. Kita bisa tidak setuju dan berselisih, kita bisa saling hadang dan sakiti.

Karena itu, kendati harus bersama-sama, kita juga sulit menerima keberadaan orang lain dan menyetujui semua pendapat mereka. Paradoks ini agak lucu, kalau dipikir-pikir, sampai kita teringat kalau sifat kita ini berakibat pada manusia menghancurkan manusia lain berkali-kali sepanjang kera berkaki dua ini sudah berjalan di bumi.

Kita menyayangi pendapat kita jauh lebih dibanding apapun. Mungkin karena pendapat kita merupakan refleksi dari diri kita- jadi masuk akal kalau kita amat protektif terhadapnya. Sayangnya, hal itu membuat kita relatif mengalami kesulitan dalam memahami orang lain. Padahal pengertian adalah hal yang esensial dalam membangun koneksi dan empati yang- seperti sudah kita jelaskan, merupakan bagian penting bagi kehidupan kita.

Empati butuh ditempa dan diasah. Empati butuh diajarkan dan dilatih. Karena itu, butuh ada orang-orang yang membantu. Dan, kalau aku sampai bertemu dengan mereka, aku ingin melihat dan belajar.

Komentar (1)

Andy Sutioso

Keren... Terima kasih Farzan. Tulisan yang reflektif...

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES06 Semua Manusia Bersaudara, Genetika Membuktikannya

[repost dari Ning] Hari ini saya berkesempatan ikut webinar yang diselenggarakan Yayasan Cahaya Guru, di bawah pimpinan ibu Henny Supolo. Ibu Henny adalah aktivis pendidikan yang sangat menempatkan perhatian pada isu keberagaman terutama di kalangan para pendidik – secara spesifik para guru. Semi P…

Andy Sutioso30

AES04 Tidak perlu selalu terburu-buru berkejaran dengan waktu.

"Itu adalah Zahir," ungkap Kak Mamat. Aku belum mengerti betul arti makna kata itu. Yang aku tahu, Zahir didefinisikan sebagai sesuatu yang nyata atau jelas (Kata mbah google) hehe. Namun, aku memilih membiarkan diriku memproses maknanya perlahan-lahan. Setelah mendengar cerita kak Mamat tentang se…

Lulu21
AtomicEssay

AES936 Hidup adalah Udunan

TIdak ada peristiwa kebetulan, minggu lalu salah satu kakak bilang sama saya, kak Andy kapan kita ngobrol... Hmm, pikiran yang sama juga mampir dalam diri, bahwa memang sudah waktunya ngobrol dengan kakak ini. Nyambung ya... Akhirnya hari minggu kemarin kitapun jumpa setelah olahraga pagi - sambil…

Andy Sutioso31