AES013 Memaknai Kebebasan Dalam Sudut Pandang Dadaisme

Sejarah Singkat
Gerakan seni yang dikenal dengan sebutan Dada lahir di sebuah klub malam kecil bernama Cabaret Voltaire di Zurich, Swiss pada bulan Februari 1916. Pada masa itu perang dunia kesatu sedang berkecamuk, dan artis-artis dari berbagai daerah memutuskan untuk mengungsi di Swiss, mengingat Swiss berada pada zona yang netral, lalu mereka pun membentuk kelompok seni baru. Dadaisme lahir atas keresahan perkembangan teknologi yang amat masif, seperti produksi senjata secara massal, yang gunanya untuk menyakiti orang lain. Istilah Dada bisa diartikan sebagai bayi yang menari, dan dalam bahasa Rumania memiliki arti "iya iya". Gerakan dadaisme bisa terbilang singkat, periodenya sekitar 1916-1924, namun hingga saat ini dadaisme memiliki pengaruh besar terhadap seni-seni modern yang ada, seperti konseptual art dan performance art.
Tokoh Dadaisme
Salah satu tokoh Dadaisme yang terkenal ialah Marcel Ducamp, dia menginisiasi konsep readyuse dalam membuat suatu karya seni, menggunakan bahan yang ada dan sering ditemui di sekitar kita, hal tersebut sungguh sangat simbolik alasannya karena dalam upaya melawan stigma bahwa seni itu hanya untuk kaum borjuis, tetapi Marcel Ducamp memiliki pemikiran yang praktis, bahwa hal apapun bisa menjadi karya seni, itulah mengapa dadaisme juga bisa dikatakan memiliki prinsip "anti-art". Salah satu karyanya yang terkenal berjudul "The Fountain", sebuah urinoir yang diberikan beberapa coretan. Sungguh sangat bebas bukan?
Memaknai Kebebasan
Kebebasan setiap manusia pasti berbeda-beda, dan aku yakin bahwa seni itu adalah tentang bagaimana menyampaikan ekspresi, dadaisme lahir atas keresahan para seniman, resah akan dunia yang begitu kacau balau, kesenjangan kelas, keserahakan pejabat, dan betapa tergesa-gesanya perkembangan teknologi. Seperti apa yang dikemukakan oleh Schneede (1973:16) dan Short (Sheppard; 1980:75) menyatakan bahwa Dada bukanlah sebuah gaya seni, melainkan penentangan yang total terhadap segala bentuk seni dan kehidupan; dan dapat disebut sebagai “proses pembersihan”, sikap terhadap sesuatu yang ada dan di kemudian hari dikembangkan kaum Surealis. Penentangan terhadap konsep segala sesuatu yang berbentuk seni dan kehidupan, menjadi individu yang bebas dan tidak terikat apapun, melawan semua hal yang membatasi dan mencapai ketidakterhinggan yang paling didambakan.
Siapa yang tidak ingin hidup bebas? Pasti semua ingin merasakannya bukan? Segala bentuk ekspresi yang lahir dari nurani dan nalar kita sebagai manusia merupakan produk dari seni itu sendiri, dan dadaisme memfasilitasi hal tersebut, bahwasannya hal apapun bisa menjadi karya seni, tidak harus melulu hal-hal yang mahal dan mewah, coba lihat hal apa yang paling dekat dengan kita, itu bisa menjadi karya seni. Intinya dari tulisanku ini, bebas, sebebasnya, jangan terpenjara oleh stigma masyarakat manapun. Karena mengekspresikan diri bukan suatu tindakan kriminal.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES 052 Last Dance
Judulnya memang terdengar sangat sinematik ya, hahaha. Tapi entah kenapa judul itu tiba-tiba terlintas di kepalaku. Tahu tidak kapan aku memikirkannya? Saat bermain bebentengan bersama Teman Tuma dan orang tua mereka. Aura perpisahan sebenarnya tidak terlalu terasa. Namun entah kenapa, saat aku mel…
Rizalk4711AES 051 Barangkali Memang Harus Seperti itu
Tidak terasa sudah hampir satu tahun Kak Rizal membersamai Teman Tuma. Segala bentuk rasa menemani isi hati Kak Rizal selama satu tahun belakangan ini. Kak Rizal jadi semakin tahu bagaimana menjadi manusia seutuhnya, meskipun sampai kapan pun rasanya manusia tidak akan pernah benar-benar genap. Sel…
Rizalk4770
AES050 Menjadi Petugas Upacara
(Gambar diambil dari kamera hapenya Kak Anzel) "Tidak pernah terpikirkan" Itulah kalimat yang pertama kali terlintas ketika aku mengetahui bahwa aku akan menjadi pemimpin upacara. Nampaknya, tanggal 17 Juli 2025 akan menjadi tanggal yang berkesan bagi diriku. Setelah libur panjang, tentu saja kami,…
Rizalk4740