AES017 Perjalanan Rasa dan Cinta di Turkiye

Di akhir tahun 2024 hingga mengawali tahun 2025, melakukan perjalanan mengunjungi negeri seribu arsitektural Islam yang indah dan dekat di hati, yaitu Turkiye. Menyambangi beberapa kota; Istanbul, Bursa, Konya, dan Cappadocia. Titik tuju perjalanan spiritualku dan suamiku salah satunya adalah menapak di tanah dimana penyair cinta yang dikagumi berbagai umat yaitu Jalaluddin Rumi dimakamkan. Di Konya, berbagai nafas nilai-nilai sufistik sangat terasa kekentalannya, mulai dari bagaimana masyarakat di sana sangat mengagumi masjid sebagai tempat merenung dan berserah pada Sang Maha, hingga mendalami berbagai kultur ala sufisme seperti musik dan tarian sema atau yang sering kita kenal sebagai whirling dance.
Di hari yang sama, di hari Jumat yang agung, kami berjalan sekitar 10 menit di keadaan kota Konya yang saat itu sedang musim dingin hingga -2 derajat celcius yang menambah gelora kehangatan spiritual dalam diri kami untuk menjelajahi sudut-sudut museum Rumi yang sangat indah dan menggetarkan hati. Terasa begitu dekatnya Tuhan dengan kami melalui cara Rumi menulis berbagai kata yang indah untuk manusia pahami arti cinta yang luas yang bukan hanya pada sesama manusia namun juga jatuh cinta kepada Sang Maha dengan segala kesempurnaannya.
Duduk termenung, mata memandangi tiap-tiap putaran indah para penari Sema yang sangat menakjubkan. Berserah diri hingga dunia tak lagi menjadi titik fokus yang mereka lakukan dalam ritual berputar, menari, dan mengagumi Tuhan dengan segala cinta kasih yang diberikan untuk manusia. Sepenggal kata yang aku (google translate) tangkap dalam ritual Sema berbahasa Turkiye itu berbunyi : 'hambamu berpaling pada kebenaran dan meninggalkan dirinya yang berhubungan dengan akal dan cinta, dan mencapai kedewasaaan sebagai orang yang sempurna...". Sempurna hingga pada akhirnya definisinya adalah menemukan titik kosong untuk bertemu Ia yang mencipta.
Maha cinta dalam segala luasnya kisah rasa dengan Sang Kekal-Abadi.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES016 Lindung Melindungi, Semai Bersemai Rasa
TP20, memulai dengan mula yang nyaman.Selametan, Meruwat 'rumah', menyemai rasa bersama. Hangat haru rasanya menjadi bagian ritual a la Semi Palar yang bersemi, berseri, dan menabur doa dengan penuh harap indah dan kepercayaan sebaik-baiknya. Rasa yang hadir dalam penangkapan makna rasa di dalam di…
frisma20
AES015 - Fasi Pisa dan Korelasi Pikir Solusi
Dua kali jumat, menemani anak-anak SD 1 bersemangat sekali ke Fasi Pisa (Fasilitas Pilah Sampah) untuk menyortir sampah yang mereka sudah bawa dari rumah untuk dimanfaatkan di SMIPA. Mendengar obrolan-obrolan kecil mereka mengenai bagaimana mereka sangat berkontribusi dalam memilah sampah yang ada…
frisma10AES014 - Eksplor Rasa dan Pengaplikasian Sebagai Kesederhanaan Mewah di Keseharian SMIPA
Salah satu hal yang menjadi pertanyaan awalku saat menginjakkan kaki di SMIPA adalah “mengapa ya, di SMIPA tidak ada ruang yang menyediakan alat-alat bermain seperti brakiasi dan yang lainnya?”. Karena secara lebih detail dari pengamatanku mengenai sekolah yang berbasis hubungan dengan alam dan lin…
frisma10