AtomicEssay

AES02 Mengapa Harus Menulis? [Sebuah Proses]

finsjournalpenulis arsip2

Tulisan pertama, saya akhiri dengan sebuah pertanyaan, "Bagaimana saya bisa kembali menulis?" Jawabannya akan saya ungkap dalam tulisan berikut... 

Alasannya sesederhana karena saya menemukan template blogspot yang saya suka. (^^

Saya memulai kembali dengan menghias jurnal/blog tersebut, kemudian baru memikirkan akan diisi tulisan apa ya…

Selama dalam masa kebingungan, saya mulai menuliskan saja apa yang ingin saya ungkapkan, dalam bentuk puisi, menceritakan gambaran mimpi, bahkan coba-coba membuat cerpen bersambung.

Setelah setahun menulis blog, entah karena salah pencet atau kenapa, semua tulisan saya hilang… Sedih banget!! Tapi ya sudahlah… Karena selama proses menulis blog, saya mulai menemukan arah tulisan, dari iseng hanya untuk curhat, mulai menulis secara profesional di bidang pendidikan dan musik.

Saya mulai mencoba mengikuti beberapa lomba menulis, sampai akhirnya pada tahun 2015 lalu berhasil menjadi juara harapan Lomba menulis Guraru (Guru Era Baru) (maaf, saya sudah tidak menyimpan link tulisannya). Bagi saya ini sebuah pencapaian...

Dari pencapaian-pencapaian kecil itu lah membangkitkan semangat menulis saya hingga berhasil pada pencapaian besar mendapat kesempatan menulis buku bersama Komunitas Guru Belajar.

Nah! Belajar dari pengalaman masa lalu, akhirnya saya berusaha mengasah kekuatan saya di menulis dan mencoba menguatkan kelemahan saya di komunikasi verbal. Mengikuti kursus penyiaran, sampai mengikuti seminar-seminar publik speaking.

Waktu dan pengalaman hidup merubah diri saya sedikit demi sedikit, dan bersyukurnya, pekerjaan sebagai guru mempermudah saya untuk melatih kemampuan sosial dan komunikasi verbal saya.

Masa pandemi membuat saya mulai aktif kembali menulis, tentang pendidikan dan musik, dan sekarang malah mulai merambah ke dunia podcast. 

Sejujurnya, saya masih punya harapan dan mimpi yang belum tercapai, yaitu menulis buku sendiri. Semoga dengan dimulainya langkah kecil menulis setiap hari bisa membangkitkan dan melatih kemampuan menulis saya.

Dan... Yang paling penting, ada jiwa dalam setiap tulisan, mereka mencerminkan karakter penulisnya.

So, betul banget dan setuju banget dengan konsep "atomic essay" yang digulirkan Ka Andy, Pak Ahkam, dan kawan-kawan lain.

Kalau ga mulai sekarang, kapan lagi?!

Yuk!! Mulai menulis… Siapa tau tulisan kalian dapat menginspirasi orang lain.

 

Salam,

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES93 Menulis Surat dari Hati

"This isn't contest from the head but gift from the heart." (Don't Sweat the Small Stuff: 58) Di era digital ini, di mana pesan instan dan email mendominasi komunikasi kita, ada sesuatu yang sangat pribadi dan berharga tentang menulis surat tangan. "Once a Week, Write a Heartfelt Letter" bukan hany…

finsjournal20
AtomicEssay

AES13 Walau Tak Ada Ide Tetap Harus Menulis

Senang rasanya membaca tulisan teman-teman di atomic essay ini, membaca topik yang berbeda, dengan gaya bahasa penceritaan yang berbeda, memperkaya. Sebetulnya banyak sekali ide tulisan, dan seharusnya bisa menulis setiap hari tanpa terlewat. Namanya juga membiasakan, yang tidak kalah penting harus…

finsjournal10
AtomicEssay

AES51 Persepsi dalam Semangkuk Seblak

Siang tadi cuaca ga karuan, panas.. Kata orangtua dulu, "Mau hujan gede!" Tiba-tiba pengen makan seblak... Pedesnya sedang. Walaupun awalnya cuma pengen makan seblak, tiba di warung seblak jadinya beli basreng cobek, sate seafood, dan thai tea dingin. (^,^) Menikmati semangkuk seblak ditemani hujan…

finsjournal61