AtomicEssay

AES13 Walau Tak Ada Ide Tetap Harus Menulis

finsjournalpenulis arsip2

Senang rasanya membaca tulisan teman-teman di atomic essay ini, membaca topik yang berbeda, dengan gaya bahasa penceritaan yang berbeda, memperkaya.

Sebetulnya banyak sekali ide tulisan, dan seharusnya bisa menulis setiap hari tanpa terlewat. Namanya juga membiasakan, yang tidak kalah penting harus tetap menjaga konsistensi menulis.

Entah kenapa, otak ini sulit sekali diajak berpikir serius, mencerna topik-topik yang berbobot. Sepertinya jika diajak diskusi tentang keTuhanan, filsafat, budaya, sejarah, hanya melongo. Padahal beberapa tahun terakhir saya sedang tertarik membaca buku-buku pengembangan diri, neurosains, energi untuk menyembuhkan, mindfulness, dan sejenisnya. Begitu mau menulis, kok buntu ya… 

Penyebabnya bisa beragam, entah informasinya belum ditangkap dengan lengkap dan masih kurang, entah kurang memiliki kemampuan mengaitkan antar informasi, atau entah karena memang saya kurang memaknai topiknya.

Gaya belajar saya biasanya harus menuliskan setiap poin penting yang saya tangkap dari sebuah bacaan, dan poin-poin itu setelah terkumpul barulah bisa saya kaitkan, ya semacam membuat mind map. Kebiasaan ini yang saya rasakan hilang beberapa tahun terakhir, terutama setelah saya punya anak.

Selain itu, beberapa tahun ke belakang saya memang fokus pada tema perkembangan anak usia dini. Jika saya menuliskan kegiatan, fokus aspek perkembangan, kegiatan A untuk melatih kemampuan B pada anak, setiap hari saya bisa menuliskannya.

Namun, saya merasa sekarang saatnya untuk mulai belajar lagi, banyak membaca, menuliskan kembali, mengasah kemampuan berpikir dan mengaitkan. Bahasanya Smipa, "daya cerap" dan "daya olah pikir".

Beruntung, saya dipertemukan dengan orang-orang yang memberikan saya energi positif. Memberi saya kesempatan untuk menambah informasi dan wawasan melalui diskusi, membaca dan menulis di atomic essay ini.

Tampaknya, Tuhan memang menyeret saya kesini dengan tujuan tertentu. (^o^)

Terima kasih Tuhan, saya yakin Kau yang paling tahu apa yang saya butuhkan. Sekiranya Kau membawa saya kesini bukan untuk melihat berapa banyak pengalaman saya, tapi supaya saya bisa mulai belajar lagi dan menjadi manusia yang lebih baik.

*jadi curhat

Sekian. 

 

Salam,

Posted by Fifin Agustini S on June 16, 2021 at 8:11pm

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 1308 AES, Melatih Kebiasaan Berpikir

Satu hal yang kemudian menjadi sebuah kebiasaan sesudah bergabung dengan kelompok menulis AES, kita di "paksa" memfokuskan diri untuk memikirkan satu hal, memilih satu dari banyak hal yang mungkin hadir dalam pikiran kita. Kita menjalani proses berpikir setiap hari, sepanjang hari dan merupakan ses…

joefelus34
AtomicEssay

AES050 - AES050!

Sejak esaiku yang ke-42, aku mencoba menantang diriku sendiri untuk menulis esai tiap hari, setidaknya sampai esai ke-50. Hari ini, milestone itu tercapai! Dulunya waktu awal-awal menulis AES, aku kurang menangkap intinya. Aku jarang menulis karena aku ingin esaiku selalu dalam kualitas yang maksim…

Ara Djati53
AtomicEssay

AES685 Silaturahmi Timur dan Barat

Disclaimer, tulisan ini memang gamblang mau mengajak kak Nuy dan kak Maul yang kebetulan ikutan ngobrol² santai malam kemarin paska presentasi Sumba di Mata Kami. Kenapa kak Nuy dan kak Maul secara khusus di sebut karena terkait judul di atas ya - karena yang satu tinggal di Baraat dan yang satu di…

Andy Sutioso74