AES027 Dua Puisi

Malam
Ketika malam tiba
Ingin kusumpahi semua peristiwa
Yang telah berlalu
Dalam takdir yang masih saja tabu
Hujan masih terlihat malu
Padahal duka yang kurasa
Tidak bisa kusembunyikan begitu saja
Ia berkeliaran dalam rona warna yang kelam
Aku hanya bisa terdiam
Menyaksikan sepi yang begitu ngeri
Telingaku tersumbat oleh rasa khawatir
Perihal hari esok yang aku jalani
Kini aku diancam sepi yang kusaksikan
dan berdiam masih saja bukan suatu jawaban
aku pasrah menjalani kutukan
yang aku sebut kehidupan
-------------------------------------------------------------------
Damai
Damai kami sepanjang hari
Mengiris janji yang menyentuh hati
Janji perihal hari esok
Yang gambarannya muram
Kusaksikan kedamaian di sudut bangunan itu
diantara tihang bendera dan bangku kosong
jiwa-jiwa muda melantunkan nada
membuatku lupa tentang segala fana
Kusaksikan kedamaian itu
Di jam pulang sekolah
jiwa-jiwa muda menyanyikan lagu warna
dan orang tua sibuk mengawasinya
dengan senyum lebar
menatap masa depan yang pasti
dari lantunan nada yang terharmonisasi
Kusaksikan kedamaian itu
di depan televisi
sambil menunggu kumandang adzan
obrolan-obrolan tak penting
menjadi harta karun yang terselip
selagi kita membayangkan masa depan
Ibu telah duduk di depan kudapan
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES 052 Last Dance
Judulnya memang terdengar sangat sinematik ya, hahaha. Tapi entah kenapa judul itu tiba-tiba terlintas di kepalaku. Tahu tidak kapan aku memikirkannya? Saat bermain bebentengan bersama Teman Tuma dan orang tua mereka. Aura perpisahan sebenarnya tidak terlalu terasa. Namun entah kenapa, saat aku mel…
Rizalk4711AES 051 Barangkali Memang Harus Seperti itu
Tidak terasa sudah hampir satu tahun Kak Rizal membersamai Teman Tuma. Segala bentuk rasa menemani isi hati Kak Rizal selama satu tahun belakangan ini. Kak Rizal jadi semakin tahu bagaimana menjadi manusia seutuhnya, meskipun sampai kapan pun rasanya manusia tidak akan pernah benar-benar genap. Sel…
Rizalk4770
AES050 Menjadi Petugas Upacara
(Gambar diambil dari kamera hapenya Kak Anzel) "Tidak pernah terpikirkan" Itulah kalimat yang pertama kali terlintas ketika aku mengetahui bahwa aku akan menjadi pemimpin upacara. Nampaknya, tanggal 17 Juli 2025 akan menjadi tanggal yang berkesan bagi diriku. Setelah libur panjang, tentu saja kami,…
Rizalk4740