AtomicEssay

AES028 Beban itu kita yang buat

Rizalk47penulis arsip2

Dalam tulisan ini aku ingin menjelaskan mengenai beban seorang manusia. Kadang kita menganggap sebuah beban adalah hal yang paling berat untuk kita, maksudku mengapa demikian?. Mengapa kita harus menganggap beban adalah sebuah rintangan yang paling sulit untuk kita jalani. Kita tidak pernah melihat sisi terang dari beban yang kita miliki. Padahal beban itu sendiri bisa membuat kita berkembang. Tantangan demi tantangan, sesulit apapun itu pasti ada jalannya. Katakanlah kita mencapai batas toleransi kita untuk menghadapi beban itu sendiri, namun dengan sendirinya kita akan merespons perkembangan itu sendiri, membuat takaran toleransi lebih tinggi dari yang kita punya sekarang. 

Dan sadar atau tidak, kita yang membuat beban itu sendiri. Mengapa tidak membuat pola pikir yang lebih positif? kita buat diri kita susah karena kita berpikir demikian bukan? aku pikir kemudahan itu adalah sebuah hal yang paling fana dan bersifat racun kepada diri kita sendiri. Kita tidak akan pernah membuat pola pikir kita, mental kita menjadi lebih luas apabila ingin segala sesuatunya dimudahkan. Maka dalam konsep agamis ada istilah "ujian yang diberikan Tuhan". Tuhan saja senang loh kalau kita berkembang? dan bahkan memberi jalan kita untuk berkembang dengan ujian yang kita hadapi. 

Namun kapan selesainya? Tidak ada, tidak ada kata selesai untuk suatu ujian yang akan dihadapi manusia, selagi manusia hidup. Karena manusia akan terus mekar sebelum nantinya gugur seperti daun yang jatuh ke tanah. Kita pun demikian. Selagi hidup kita akan terus mencari makna, berpikir, memecahkan masalah, merasa kesal, merasakan ketidakadilan, dan lain sebagainya. 

Ah aku pikir kehidupan itu sendiri adalah cara. Cara kita memahami, cara kita menjalani, dan cara kita sebelum mati. 

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 052 Last Dance

Judulnya memang terdengar sangat sinematik ya, hahaha. Tapi entah kenapa judul itu tiba-tiba terlintas di kepalaku. Tahu tidak kapan aku memikirkannya? Saat bermain bebentengan bersama Teman Tuma dan orang tua mereka. Aura perpisahan sebenarnya tidak terlalu terasa. Namun entah kenapa, saat aku mel…

Rizalk4711
AtomicEssay

AES 051 Barangkali Memang Harus Seperti itu

Tidak terasa sudah hampir satu tahun Kak Rizal membersamai Teman Tuma. Segala bentuk rasa menemani isi hati Kak Rizal selama satu tahun belakangan ini. Kak Rizal jadi semakin tahu bagaimana menjadi manusia seutuhnya, meskipun sampai kapan pun rasanya manusia tidak akan pernah benar-benar genap. Sel…

Rizalk4770
AtomicEssay

AES050 Menjadi Petugas Upacara

(Gambar diambil dari kamera hapenya Kak Anzel) "Tidak pernah terpikirkan" Itulah kalimat yang pertama kali terlintas ketika aku mengetahui bahwa aku akan menjadi pemimpin upacara. Nampaknya, tanggal 17 Juli 2025 akan menjadi tanggal yang berkesan bagi diriku. Setelah libur panjang, tentu saja kami,…

Rizalk4740