AES032 Membaca dan Menulis Adalah Mukjizat

Aku akan membuat sebuah simulasi ketika berbicara dengan orang yang buta aksara dan tidak bisa membaca sama sekali. Tokoh kita ini adalah Oczy dia adalah pemuda yang penuh semangat, dan dia merupakan tentara bayaran, dibayar hanya untuk membunuh bangsawan, ketika para bangsawan ingin mengajukan duel dengan bangsa pahlawan, dia yang menggantikan bangsawan untuk berduel bisa dikatakan "joki duel" juga hidup pada tahun 1415 dimana aksara merupakan hal yang paling berharga, dan tidak semua orang bisa baca tulis karena akses yang terbatas. Di waktu yang tidak begitu nyata, aku dipertemukan dengan dia. Dia penuh dengan rasa penasaran, apalagi hal yang berkaitan dengan astronomi, kebetulan sekali ketika ku temui dia, dia sedang mengulik teori heliosentrisme yang jelas sekali pada abad itu ilmu itu dianggap sesat. Oczy di sebuah bar yang tampak ramai, dia mengajukan pertanyaan padaku, dengan ekspresi yang begitu lelah dan kantung mata yang begitu kontras, ia menanyakan apa rasanya bisa membaca dan menulis. Lalu aku menjawab "itu merupakan sebuah mukjizat"
"Mengapa demikian?" Ia bertanya kembali. "Karena kau bisa menyelami kehidupan seseorang yang waktunya beribu-ribu tahun, seolah-olah kau bisa menembus ruang dan waktu, dengarkan aku Oczy, aku sendiri bukan orang yang penuh dengan keintelektualitasan, tapi di jamanku aksara merupakan hal yang lumrah dan sangat disepelekan. Di zamanku, aksara menjadi pisau bermata dua, bisa digunakan kebaikan dan bisa digunakan kejahatan, informasi yang terlalu masif membuat manusia malah menjadi tumpul dalam nalar, tidak bisa memilah mana kebenaran yang setara dengan sucinya langit".
"Tapi aku ingin belajar dan mengetahui"
"Silahkan Oczy"
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES 052 Last Dance
Judulnya memang terdengar sangat sinematik ya, hahaha. Tapi entah kenapa judul itu tiba-tiba terlintas di kepalaku. Tahu tidak kapan aku memikirkannya? Saat bermain bebentengan bersama Teman Tuma dan orang tua mereka. Aura perpisahan sebenarnya tidak terlalu terasa. Namun entah kenapa, saat aku mel…
Rizalk4711AES 051 Barangkali Memang Harus Seperti itu
Tidak terasa sudah hampir satu tahun Kak Rizal membersamai Teman Tuma. Segala bentuk rasa menemani isi hati Kak Rizal selama satu tahun belakangan ini. Kak Rizal jadi semakin tahu bagaimana menjadi manusia seutuhnya, meskipun sampai kapan pun rasanya manusia tidak akan pernah benar-benar genap. Sel…
Rizalk4770
AES050 Menjadi Petugas Upacara
(Gambar diambil dari kamera hapenya Kak Anzel) "Tidak pernah terpikirkan" Itulah kalimat yang pertama kali terlintas ketika aku mengetahui bahwa aku akan menjadi pemimpin upacara. Nampaknya, tanggal 17 Juli 2025 akan menjadi tanggal yang berkesan bagi diriku. Setelah libur panjang, tentu saja kami,…
Rizalk4740