AtomicEssay

AES037 Gagal

Sanyapenulis arsip2

Sei anak yang suka bercerita, benar-benar cocok dengan istilah “perempuan harus berbicara 20.000 kata sehari”. Apapun diceritakan, apalagi setelah pulang sekolah kalau ada hal menarik bisa cerita tanpa jeda 15-60 menit. Sei anak yang ekspresif, kalau senang dia gembira kalau sedih wajahnya menunduk kalau marah pasti manyun. Dari ekspresi wajah saja kalau ditanya sedikit langsung keluar semua ceritanya. Ibarat dam retak disenggol batu. Buyar semua airnya.

Seperti biasa sebelum tidur setelah membaca buku bersama, saatnya dia bercerita “How was your day?”. Ternyata dia kecewa tidak bisa mengerjakan soal sampai tuntas, masih ada yang belum dikerjakan karena waktunya habis. Dulu kelas 2 juga pernah seperti ini tapi bedanya sekarang dia tidak lagi menangis heboh seperti tersengat ubur-ubur, lebih kalem tapi masih tampak kekecewaannya. Wah regulasi emosinya sudah mulai berkembang. Ini pun patut diapresiasi.

Lalu dia bertanya apakah dulu aku pernah gagal?

Hahahahahaha. Sebagus itukah personal branding ku sampai Sei bertanya apakah ibunya ini pernah gagal? Baiklah ini ajang adu nasib mari kita ceritakan berapa parah ibumu ini dulu.

Ku ceritakan padanya berapa banyak kegagalan yang ku alami sampai bisa ada di titik ini. Di titik dia merasa orang tuanya manusia super yang hebat.

Berapa ulangan yang harus diremedial

Berapa kekecewaan yang dilalui karena kecerobohan

Berapa penyesalan yang ditinggalkan karena takut mencoba

Berapa kesempatan yang terlewat karena malu

Mungkin lebih dari 1000 kegagalan sudah dilewati tapi jadikan itu sebagai pelajaran, agar kita terus berlatih, terus berusaha dan tidak mudah berpuas diri. Tidak apa gagal, karena saat gagal kita jadi mengetahui kekurangan kita. Belajarlah dari situ. Kalau kita sukses terus kapan kita belajar lebih giatnya?

Setelah banyak bercerita wajahnya semakin tenang dan senyumnya muncul kembali.

“Oh aku ternyata lebih pintar dari ibu” sambil tertawa, awas ya..

“Ya memang tugas ibu kan menemani Sei supaya lebih pintar dari ibu, makanya ayo rajin berlatih!”

”Betul juga”.

 

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES130 Melepas Kepergian

Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, hari kemping di sekolah. Anak kecil itu nampak bersemangat sekaligus gugup, dalam perjalanan ke sekolah dia tampak sedang mengingat-ingat apa saja perbekalan yang sudah disiapkan apakah ada yang tertinggal atau sudah lengkap. Alisnya menekuk, matanya melihat ke…

Sanya21
AtomicEssay

AES079 Melihat dari Belakang

Siang tadi anak cerewet berkepang dua dengan kaca mata bulat itu datang tanpa mengetuk kamar, lari dan melompat ke atas kasur, mendarat seperti papan seluncur sambil berteriak "Ibuuuuuuu!" setelah sekolah energinya masih penuh. Ngantukku langsung lenyap seketika. Belum selesai atraksinya dia bergul…

Sanya20
AtomicEssay

AES075 Memandang Lekat

Pagi ini terasa sedikit dingin tidak ada cahaya matahari yang mengintip dari celah gorden. Pagi ini mendung tapi aku tahu hari sudah mulai pagi. Kamar yang gelap mulai terang menampakkan wajah-wajah para penghuninya. Tidak ada alarm yang terpasang saat akhir pekan namun alarm tubuhku yang membangun…

Sanya21