AtomicEssay

AES037 Syair Jeritan Token Listrik

Rizalk47penulis arsip3

Ada apa hari ini tuan? Bergembira nampaknya menjadi hal yang lumrah untuk kau lakukan. Kaum kami hanyalah kamu yang terlupakan, tidak lebih dari statistik suara untuk meraup sebanyak-banyaknya kekuasaan. Engkau lebih suka nada-nada hitungan dana daripada rintihan anak yang merindukan nasi diatas piring plastiknya. Kini aku duduk bersila di depan teras rumah, tembok tetangga berdiri kokoh menghalangi pandangan di sekitarku. Entah harus menjerit seperti apa agar kami didengar? Apakah perlu kami bertindak seperti hewan merusak segalanya supaya tindakan kami yang "salah" bisa kau anggap?. Satu batang hisapan rokokku setara dengan penderitaan yang terjadi di seluruh seantero negri. Ibu Pertiwi telah banyak mengeluarkan air mata, lagu-lagu wajib nasional sudah sering dikumandangkan setiap Minggu, namun nampaknya nilai nasionalisme tidak lebih dari dogma untuk membenarkan perbuatan kejimu. Aku kirimkan doa sekaligus kutukan terhadap penguasa-penguasa yang nampak memiliki mata namun buta hatinya. Para pendahulu kami yang telah tewas diracun, diculik, disingkirkan dan diasingkan, tidak akan pernah kami lupakan, apinya masih menyala didalam hati sanubari kami. Dengarkan, kutulis syair ini bersamaan dengan suara jeritan Token listrik di rumahku. Sungguh kalian tidak akan pernah mengetahui itu, berapa menyakitkannya suara lengkingan yang hampir terdengar setiap seminggu sekali, dan aku yakin aku tidak sendiri.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 052 Last Dance

Judulnya memang terdengar sangat sinematik ya, hahaha. Tapi entah kenapa judul itu tiba-tiba terlintas di kepalaku. Tahu tidak kapan aku memikirkannya? Saat bermain bebentengan bersama Teman Tuma dan orang tua mereka. Aura perpisahan sebenarnya tidak terlalu terasa. Namun entah kenapa, saat aku mel…

Rizalk4711
AtomicEssay

AES 051 Barangkali Memang Harus Seperti itu

Tidak terasa sudah hampir satu tahun Kak Rizal membersamai Teman Tuma. Segala bentuk rasa menemani isi hati Kak Rizal selama satu tahun belakangan ini. Kak Rizal jadi semakin tahu bagaimana menjadi manusia seutuhnya, meskipun sampai kapan pun rasanya manusia tidak akan pernah benar-benar genap. Sel…

Rizalk4770
AtomicEssay

AES050 Menjadi Petugas Upacara

(Gambar diambil dari kamera hapenya Kak Anzel) "Tidak pernah terpikirkan" Itulah kalimat yang pertama kali terlintas ketika aku mengetahui bahwa aku akan menjadi pemimpin upacara. Nampaknya, tanggal 17 Juli 2025 akan menjadi tanggal yang berkesan bagi diriku. Setelah libur panjang, tentu saja kami,…

Rizalk4740