AES039 Semangat Baru di Hari Sabtu yang Seru
Mega1
Hari Sabtu yang (diperkirakan) macet, berbarengan dengan PoT Semester 1 TP-19 yang mengangkat tema 'Merayakan Hidup Berkesadaran'. Dan benar ternyata, wisuda mahasiswa ITB yang konon diikuti lebih dari 5.000 orang memang menyebabkan Bandung macet di mana-mana Sabtu lalu. Entah itu penyebabnya atau bukan, jelas terasa PoT kali ini begitu lengang. Ruang pertemuan di Bale Handap Selasar Soenaryo hanya terisi kurang dari setengah kapasitasnya.
Meskipun tema yang diangkat kali ini bukan hal baru bagi sebagian besar orang tua Smipa, tetap saja ada pencerahan yang aku peroleh usai mengikuti pertemuan itu. Dimoderatori Lei, dengan yang tiga orang narasumber: Astri Puji Lestari (Mbak Atiit), Ibu Gamma (orang tua Smipa), serta Kiran (teman KPB); PoT ini terasa hidup dan mengalir. Sharing tentang hal-hal praktis yang bisa kita lakukan di rumah, membantu menyulut semangatku –yang selama ini masih menyerupai grafik sinus-cosinus – untuk hidup dengan lebih bijak.
Perjuangan Mbak Atiit menerapkan gaya hidup ramah lingkungan 'seorang diri' selama bertahun-tahun membuatku terkagum-kagum. Apa kiat agar kita tidak merasa tertekan saat menjalaninya? "Lakukan selembut mungkin terhadap diri sendiri, agar kita bisa lembut juga pada bumi!" Hmm... ajakan yang sungguh menyejukkan.
Mbak Atiit banyak berbagi tips sederhana yang bisa kita terapkan dalam keseharian. Misalnya: menghabiskan makanan, sebelum membeli barang pikirkan dulu apakah perlu atau tidak, serta pikirkan juga kemasannya. Selain itu, penting untuk menegakkan sikap idealis tapi realistis supaya kita bisa menjalankannya dengan sepenuh hati. Kebutuhan dan keinginan, keduanya sama-sama penting. Kita tidak akan merasa bahagia apabila membeli barang yang tidak kita sukai, hanya karena kebutuhan semata. Yang penting, lakukan perencanaan dan pertimbangan yang matang sebelum membeli sesuatu. Perubahan selalu bisa dimulai (hanya) dari diri sendiri. Tidak perlu menyuruh orang lain berbuat sama, karena setiap orang punya ruang belajarnya sendiri.
Dibesarkan dengan narasi bahwa 'banyak' = 'bagus' membuat Mbak Atiit belajar tentang level kecukupan. Hal ini membuka perkenalannya dengan rasa cukup, yang membawanya pada gaya hidup minimalis hingga kini.
Beberapa film yang bisa menjadi referensi seputar hidup berkesadaran, antara lain:
- Stink!
- The True Cost
- RiverBlue
Sementara itu, buku berjudul 'Pulau Plastik' juga bisa dijadikan referensi bacaan bagi kita semua.
Sebagai penutup, Mbak Atiit berpesan bahwa hal kecil yang kita lakukan akan berarti banyak untuk bumi yang kita cintai ini, dan tidak perlu membandingkan diri kita dengan orang lain. Jangan sampai kebaikan yang kita terima berhenti di diri kita, imbuhnya. Oke, Mbak. Aku akan coba untuk selalu mengingatnya, minimal melalui tulisan ini insight-insight yang kuterima pada PoT Sabtu lalu tidak berakhir dan mendekam dalam kepalaku saja.
.
.
PoT Merayakan Hidup Berkesadaran | Bandung, 28.10.2023
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES055 Mangga dan Bapak-Bapak
Hari ini ada pemandangan istimewa di area parkiran sekolah kita. Seorang bapak sedang memanjat pohon mangga golek yang terletak di dekat kantor. Tiga orang bapak yang lain sedang menunggu di bawah. 😄Sebelumnya, saat aku memutar mobil mencari tempat parkir yang kosong, dua orang bapak sedang berbag…
Mega52
AES054 Menua Bersama
Tahun ini merupakan tahun yang sangat istimewa bagiku, seiring dengan kehadiran dekade baru dalam hidupku. Ya, hampir semua teman seangkatan, baik teman sekolah maupun kuliah, di beberapa grup WA yang kuikuti, juga memasuki tahapan yang kami sebut golden age. Selain pertambahan usia baru, yang memb…
Mega53
AES053 Learn, Unlearn, Relearn (3)
Akhir 2024 kemarin aku berkesempatan naik kereta jarak jauh, Bandung - Malang, selama 13 jam. Ini kali pertama setelah lebih dari 20 tahun lalu aku tidak pernah berkendara selama itu menggunakan kereta api. Tentu, banyak sekali perubahan yang kurasakan. Kulihat, KAI banyak berbenah diri. Gerbong ke…
Mega23