AtomicEssay

AES043 Tangki Cinta

Sanyapenulis arsip2

Seperti biasa kembali lagi pada sesi bercerita 20.000 kata sehari bersama Sei. Hari ini temanya tentang kelakuan teman-temannya. Setelah panjang lebar menceritakan kegiatannya mulai dari mengejar mobil karena topinya ketinggalan, jalan-jalan di sekitar sekolah, main bersama teman, dan banyak lagi kemudian dia bertanya.

”Bu aku ga suka sama dia suka ngulang-ngulang omongan aku, nyebelin banget!”

”Hah? Gimana coba peragain”

“Nih kaya gini bu kalau aku ngomong “Aku ga suka” dia bakal bales ngomong “Aku ga suka” tapi mukanya jelek terus dimain-mainin. Aneh banget.”

“Itu namanya cari perhatian, mungkin kalau di rumah dia kesepian Sei”

”Oh iya ibu bener kok tau”

Jadi ingat pernah baca tulisan ini,

Anak yang tangki cintanya penuh dari rumah datang ke sekolah untuk siap belajar sedangkan anak yang tangki cintanya kurang akan datang ke sekolah untuk mengisi kekurangannya di rumah.

Sangat menusuk sih, memang benar begitu hal ini kualami dulu waktu masih bekerja, siklus tidur tidak teratur, tekanan di luar, capek, sampai rumah anak menunggu ingin diperhatikan. Kacau, yang bisa diberikan malah energi negatif bukan kasih sayang seperti yang mereka tunggu.

Keadaan seperti itu tentu kusadari akan berdampak buruk untuk anak-anak, untuk keluarga. Karena belum bisa membagi porsi yang sesuai kuputuskan untuk resign. Membenahi dulu apa yang seharusnya sesuai, sesuai dengan kondisi hangat tumbuhnya anak. Makanya aku selalu kagum dengan ibu yang bekerja dan dapat mengurus anaknya dengan baik, hebat sekali. Akupun belum bisa melakukannya.

Teringat juga sebuah tulisan ini,

Anak yang tidak dicintai orang tuanya tidak akan membenci orang tuanya tetapi mereka akan berhenti mencintai diri mereka sendiri.

Seperti menusuk di tempat yang sudah terluka, kata-kata tersebut benar. Benar-benar sebagai teguran untukku. Mungkin selama ini kita ada disebelah mereka, tapi tidak hadir untuk mereka. Kita mencintai mereka dengan cara kita orang dewasa, bukan cara anak-anak. Mereka harus merasa dicintai. Mencintai mereka perlu ditunjukkan, bukan sekedar perbuatan yang menurut kita itulah bentuk cinta kita untuk mereka. Mereka butuh bukti kongkret, bukan abstrak. Kepekaan mereka belum sampai kesitu.

Tapi sebelum mencintai mereka, belajarlah mencintai diri sendiri dahulu. Isilah tangki cinta untuk diri sendiri, sehingga kita dapat berbagi rasa cinta ini untuk mereka. Jika tangki cinta untuk diri sendiri saja kurang, apa yang bisa kita bagi untuk mereka?

Love yourself first then love others

 

Komentar (2)

Andy Sutioso

Wah belum lama saya diskusi dengan kakak² tentang ini. Terima kasih sudah menuliskannya di sini.

Sanya

Wah ternyata idenya sama ya kak semoga bermanfaat

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES130 Melepas Kepergian

Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, hari kemping di sekolah. Anak kecil itu nampak bersemangat sekaligus gugup, dalam perjalanan ke sekolah dia tampak sedang mengingat-ingat apa saja perbekalan yang sudah disiapkan apakah ada yang tertinggal atau sudah lengkap. Alisnya menekuk, matanya melihat ke…

Sanya21
AtomicEssay

AES079 Melihat dari Belakang

Siang tadi anak cerewet berkepang dua dengan kaca mata bulat itu datang tanpa mengetuk kamar, lari dan melompat ke atas kasur, mendarat seperti papan seluncur sambil berteriak "Ibuuuuuuu!" setelah sekolah energinya masih penuh. Ngantukku langsung lenyap seketika. Belum selesai atraksinya dia bergul…

Sanya20
AtomicEssay

AES075 Memandang Lekat

Pagi ini terasa sedikit dingin tidak ada cahaya matahari yang mengintip dari celah gorden. Pagi ini mendung tapi aku tahu hari sudah mulai pagi. Kamar yang gelap mulai terang menampakkan wajah-wajah para penghuninya. Tidak ada alarm yang terpasang saat akhir pekan namun alarm tubuhku yang membangun…

Sanya21