AtomicEssay

AES101 saltik

innocentiainepenulis arsip2

Wah masih ada typo nih! Biasanya demikian komentar terlontar ketika menjumpai kesalahan penulisan saat membaca tulisan yang dicetak ataupun di media sosial. Kesalahan penulisan yang terjadi dalam proses mengetik selama ini lebih banyak disebut typo. Kependekan dari typographical error, yang artinya kesalahan tipografi, galat tipografi, atau kesalahan dalam pengetikan. Ternyata (pertama), padanan untuk istilah typo adalah saltik, akronim dari salah tik, yang (ternyata kedua) sudah dibakukan di KBBI. Biasanya terjadi karena kesalahan mekanis; slip jari saat terlalu cepat menekan tombol pada papan tik, sehingga ada huruf yang tertukar atau terlompat. Atau ketika jari menekan dua tombol yang berdekatan secara bersamaan, sehingga ada huruf berlebih dalam satu kata. Atau, kemungkinan lain yang terjadi pada penggunaan ponsel adalah karena ukuran jari yang lebih besar dari bidang sentuh. Mungkin karena ukuran jarinya sebesar jempol semua hehe.. 

Pada Wikipedia, dinyatakan bahwa kesalahan yang timbul akibat ketidaktahuan penulis, seperti kesalahan ejaan (ternyata ketiga) tidak termasuk saltik. Untuk ini, sepertinya bila tidak yakin perlu lebih rajin untuk mencari tahu penulisan yang tepat.

Saltik kadang mudah dikenali dan dimaklumi sehingga memperbaiki dalam benak saja tidak mengubah makna, kesan ataupun pesan. Dalam hal ini, memperhatikan kata yang dideteksi saltik oleh pengecek ejaan tentunya dapat membantu . Namun bisa saja terjadi kesalahan yang tidak terdeteksi pengecek ejaan, karena masih terbaca sebagai kata bahasa Indonesia yang benar. Misalnya ‘ketika’ yang ditulis ‘ketiak’. Oops memang jauh panggang dari api jadinya. Ternyata perbedaan satu huruf dalam satu kata, dapat mengubah maknanya. Jadi saltik perlu dihindari, paling tidak diminimalisir. Memeriksa ulang tulisan atau membaca kembali sebelum mengirimkan, bisa menjadi solusi yang membantu agar saltik tidak menjadi kebiasaan atau pembenaran. 

Komentar (4)

joefelus

Kadang terlalu lelah atau karena kejar tayang sehingga walau sudah dibaca beberapa kali masih terlewat juga. Saya sudah menyerah menulis dengan ponsel, lebih banyak saltik daripada yang benar hehehe..

innocentiaine

Hehe iya pak @joefelus memang sering kejadian itu..

aadmin

Tanda baca bisa mematikan. "Save him, not hang him". Kantor telegram saltik komanya: "Save him not, hang him".

innocentiaine

Pirah koma padahal ya pak.. : Mari makan, Kakek. : Mari makan Kakek.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES180

Sudah cukup lama tidak mengunjungi akun Ivan Lanin. Biasanya pada periode merapot, saya suka melihat-lihat postingan beliau. Banyak dapat info perkembangan bahasa Indonesia yang jarang sekali dapat perhatian. Unggahan uda selalu menarik, dengan nuansa humor yang kocak, sekaligus mengajak pembaca be…

innocentiaine20
AtomicEssay

AES158 Kembali Menulis

Waktu itu, sudah cukup lama sejak rutin menulis AES-ku terhenti. Dengan alasan, tergantikan oleh keasikan baru menggambar mandala. Aku sedang berdiskusi dengan rekan SPP tentang persiapan lingkar belajar untuk kakak jenjang kecil, dengan topik emosi. Khususnya dalam hal pengelolaan emosi di kelas,…

innocentiaine10
AtomicEssay

AES150 bene scriptum

Pagi ini menerima kiriman, Vivere et Interpretari; sebuah buku tulisan Tasha, KPB 2022. Pas banget karena bisa langsung baca, mengisi libur. Terimakasih @natasha-setyamukti ! Perjalanan 3 tahun, 6 semester di KPB, dikemas dalam sebuah buku setebal 157 halaman. Wow, menarik sekali 1 rangkaian proses…

innocentiaine51