AtomicEssay

AES115: Lord Of The Rings

haegenquinstonpenulis arsip2

Lord Of The Rings adalah sebuah kumpulan 3 film yang bercerita mengenai perjalanan Frodo dan beberapa kawannya melawan kegelapan dunia. 'Serian film ini adalah salah satu yang paling terkenal sepanjang masa, berdasarkan review dari berbagai sumber. Film ini dibuat berdasarkan buku J.R.R Tolkien dengan judul yang sama, dan dirilis pada tahun 2001-2003. Selain itu, setiap filmnya berdurasi lebih dari 3 jam masing-masing, sehingga kalau dijumlahkan, bisa diperoleh 9+ jam dari 3 buah film. Judul film-filmnya adalah The Fellowship of the Ring, The Two Towers, dan Return of the King.

Ceritanya berlatar belakang pada dunia fantasi Middle-Earth dengan makhluk-makhluk fiksi berupa hobbit, orc, elf, dan makhluk fantasi lainnya. Tanpa memberi tahu spoiler dari film tentunya, ceritanya berpusat pada masa era kedua Middle-Earth dimana semua ras manusia, elf, dan kurcaci masing-masing diberikan satu buah cincin kekuatan. Namun, raja kegelapan Sauron membuat One Ring dengan kekuatan dahsyat untuk melampaui dan menguasai tanah Middle Earth. Pahlawan pun akhirnya memotong jarinya yang bercincin, sehingga ia musnah secara fisik, namun cincin yang memiliki kekuatan jahat besar itu belum musnah. Singkat cerita, cincin itu jatuh pada tangan Frodo dan ia perlu memusnahkannya dengan cara mengembalikannya (dibakar) pada gunung berapi Mordor yang sangat jauh. Segitu saja ceritaku berdasarkan kemampuan ingatanku, tanpa spoiler.

Hal yang menurutku paling menarik di film ini adalah setting latar belakang dunia yang ada. Dengan adanya setiap tempat yang spesifik, zaman menyerupai era abad ke-11, ada sebuah kebudayaan dan lingkungan yang bisa melekat di pikiran kita sebagai sesuatu yang berkesan. Mirip seperti Harry Potter aja, fans berat dan penggemar bukunya pasti selalu teringat lingkungan dan dunia Wizard dan Hogwarts sebagai sesuatu yang berkesan dan bisa diingat. 

Cerita yang ada pada Lord Of The Rings juga menurutku merupakan cerita yang sangat bagus dan detail. Mengesampingkan produksi film yang sangat singkat dan dibuat pada 2001 awal, sebenarnya film ini sangat berkesan karena alur cerita, konflik yang dialami oleh tokoh utama sangat bisa dirasakan secara personal banget.

Meskipun ada beberapa momen yang sedih, mengejutkan, bahkan di bagian paling akhir. Namun secara umum, film ini adalah film yang berbeda dari fim biasanya yang bertema realita dan modern, sementara film ini berlatar middle-age dan fiksi pula. Semoga yang belum nonton serian film ini, bisa tertarik dan menonton, karena emang menarik lho...

Komentar (1)

Andy Sutioso

Filem favorit saya nih.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES176 Perfect Days: Bagaimana Cara Mencintai Kesederhanaan?

Baru-baru ini aku nonton Perfect Days karya Wim Wenders, dan rasanya langsung nyambung banget sama pengalaman nonton Taste of Cherry dari Abbas Kiarostami. Keduanya bisa dibilang “slow cinema” murni, tapi punya rasa yang kontras meski sama-sama minimalis. Taste of Cherry terasa lebih gelap dan filo…

carloslos42
AtomicEssay

AES116 - Komorebi

Hirayama adalah seorang lelaki paruh baya yang menjalani hari dengan rutin sederhana sebagai pembersih toilet umum di Tokyo. Tiap pagi dia bangun, menyiram tanaman, mengenakan seragamnya, melepaskan jam tangannya. Dia keluar, tidak mengunci pintu rumahnya, membeli kopi dari vending machine, dan men…

Ara Djati41
AtomicEssay

AES879 Menyadari Perangkap Ilusi

Kalau bicara the Matrix, ingetnya bang Keanu yang emang aktingnya epic banget di serial filem The Matrix. Dulu mungkin kita lihat sebatas hiburan, tapi ternyata makin ke sini banyak yang bilang bahwa filem The Matrix ini adalah bukan semata filem fiksi, tapi sesungguhnya sebuah dokumenter. Menarik.…

Andy Sutioso30