AES#12 Kebetulan

Kebetulan. Kata ini, seringkali kita dengar saat suatu hal yang tidak kita duga terjadi. Bertemu teman di toko, menemukan barang yang selama ini dicari adalah kebetulan. Sigmund Freud mengistilahkan fenomena kebetulan ini dengan istilah sinkronisitas. Namun seringkali, kejadian kebetulan ini, hanya lewat begitu saja, tanpa kita maknai lebih lanjut.
Padahal, penting bagi kita untuk menyadari, bahwa kebetulan yang terjadi di dunia ini sama sekali tidak memiliki arti jika kita tidak menyadarinya. Kalau kita hanya berpikir itu hanya kebetulan semata, ya hal itu akan berhenti disitu. Menyadari sebuah kebetulan dan menindaklanjutinya diyakini bisa menuntun kita dalam pencapaian keinginan terdalam.
Sebagai contoh, di rumah kopi kita tumpah karena anjing kita tidak sengaja menumpahkannya, sehingga kita pergi ke toko untuk membeli kopi baru. Disana, kita bertemu dengan teman yang sudah lama hilang kontak. Ternyata teman kita ini sedang membuka lowongan pekerjaan, dimana kita sedang mencari lowongan pekerjaan. Dari sana kita bertukar nomor telepon dan akhirnya bisa mendapat pekerjaan. Ini mungkin terlihat seperti sebuah kebetulan, namun semesta bekerja untuk hal yang sudah lama kita dambakan, yaitu pekerjaan. Memang tidak bekerja secara langsung, namun semesta bekerja melalui anjing yang menumpahkan kopi kita. Disini, kita diuji, apakah kita akan marah kepada anjing yang sudah menumpahkan kopi kita atau mau memaknai kejadian itu, tanpa menambah emosi negatif pada diri kita.
Seperti yang disebutkan Deepak Chopra "Kebetulan merupakan semacam pesan. Dengan memperhatikan kebetulan-kebetulan dalam hidup, kita dapat mendengar pesannya secara lebih jelas. Ketika anda menjalani kehidupan anda dengan menghargai kebetulan-kebetulan serta makna-maknanya, anda terhubungkan dengan medan kemungkinan yang tak terhingga yang melandasinya dan saat itulah keajaiban dimulai."
Orang-orang yang hadir dalam kehidupan kita, bukanlah sebuah kebetulan. Pasti setiap orang yang hadir dalam hidup kita membawa 'sesuatu' yang akhirnya membentuk kita menjadi pribadi yang seperti sekarang. Entah mereka hadir untuk memberikan pelajaran bagi kita, atau hadir untuk memberi pengalaman hidup.
Seperti misalnya penjahat dan koruptor. Mereka hadir dalam hidup kita pasti dengan tujuan tertentu. Dari mereka kita belajar bahwa mencuri itu buruk, menggunakan uang yang bukan milik kita adalah hal yang tidak baik dan lain sebagainya. Para gelandangan, mengajarkan kita untuk lebih banyak bersyukur dengan segala berkah yang kita miliki sekarang. Dan masih banyak lagi.
Semua yang hadir dan terjadi dalam kehidupan kita, tidak ada yang kebetulan, Namun, mampukah kita memaknai setiap 'kebetulan' itu?
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES#35 Diskriminasi Warga Papua
Papua, seringkali masih dianggap rendah oleh orang-orang, bahkan oleh warga negara Indonesianya sendiri. Teknologi yang masih belum bisa diakses oleh warga di Papua, sampai masih banyaknya kekerasan dan diskriminasi. Walaupun lokasi Papua berada di pinggir, bukan berarti kita bisa meninggalkan dan…
AES#32 Mental Health
Kesibukanku akhir-akhir ini setelah sekolah ada berorganisasi atau mengikuti webinar dan kelas-kelas online. Banyak kegiatan yang aku ambil yang membahas mengenai mental health. Entah kenapa aku merasa topik itu sangat menyenangkan untuk dibahas dan didalami, selain itu relate juga dengan keseharia…

AES#32 Ketoprak
Siang ini aku makan ketoprak, yang akhirnya membawaku ke ririungan, untuk menuliskan keinginantahuanku mengenai ketoprak. Awalnya iseng aja, karena ketoprak merupakan salah satu makanan kesukaanku. Setelah memakan 2-3 suap aku berpikir, sebenarnya kenapa sih namanya ketoprak? Dan asal usul lainnya…
