AES123 Acrophobia

Sebagian orang mungkin punya phobianya sendiri, untukku itu adalah ketinggian. Tampak konyol memang kalau dipikir-pikir namun nyatanya begitu. Sejak kapan aku merasa takut berlebih terhadap ketinggian akupun lupa. Berada dalam kondisi tertentu seperti berdiri dipinggir lift dengan kaca bening, melihat kebawah dari pinggir pagar balkon gedung bertingkat, naik elevator disisi kosong tanpa pembatas misalnya. Itu menakutkan, aku akan lemas dan pusing.
Baru-baru ini akhirnya dengan penuh rasa bangga aku dapat mengalahkan ketakutanku. Aku berhasil naik flying fox sepanjang 300m hahahaha. Lucu memang tapi momen ini lebih membanggakan daripada wisuda. Naik tangganya saja sebenarnya sudah membuat gemetar, tapi aku harus bisa karena adik sangat bersemangat untuk menyusul Sei yang sudah meluncur ke seberang sana.
Bagaimana tidak takut, aku secara sukarela menggantungkan hidupku dan adik pada seutas tali saja untuk mencapai sisi seberang. Bagaimana jika talinya tidak kuat? Bagaimana jika tiba-tiba ada angin kencang? Mau tidak mau tali gantungan sudah diikat, tubuhku dan adik sudah menggantung tanpa pijakan. Meluncur bebas aku yang berteriak hanya dapat mendekap adik erat-erat, adik malah tertawa kegirangan. Beberapa detik perasaan takut perlahan hilang terbawa teriakanku yang mulai berganti menjadi tawa bersama adik. Rasanya ringan meskipun gerimis datang sepertinya awanpun bersuka cita melihatku berhasil mengalahkan ketakutanku. Mereka menangis haru, aku pun ikut menangis setitik. Keluargaku yang lain menunggu disana, mereka pasti khawatir jika melihatku menangis padahal ini tangisan bahagia.
Perjalanan pulang di atas colt bak bersama angin dan gerimis yang semakin deras aku terhipnotis, jadi apa yang membuatku takut ketinggian?
Bisa jadi karena aku tidak punya kuasa mengendalikan keadaan saat aku berada di posisi itu atau aku sebenarnya takut terjatuh, takut gagal? Bisa jadi.
Apapun penyebab ketakutanku hari itu aku sudah berani mengalahkannya. Sekecil naik flying fox kesukaan anak-anak, aku akan mencoba menjadi seperti mereka tidak takut untuk mencoba.
Komentar (1)
Hahaha.. sama, dan sudah saya tulis minimal di 2 AES: https://ririungan.semipalar.sch.id/joefelus/blog/5840/aes-972-free-fall dan https://ririungan.semipalar.sch.id/joefelus/blog/5574/aes-880-mencoba
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES145 Kalimat Ganti
Lampu merah Gerbang Tol Pasteur memang tempat yang spesial. Bagiku jalan leher botol yang menyempit dari gerbang tol sampai lampu merah ibarat ‘jalan keluar’. Ya semua orang berlomba-lomba secepat mungkin keluar dari sana, tapi kali ini aku coba menikmati momen penuh sesak itu untuk tidak berlomba…
Sanya21
AES002 Refleksi di Balik Cucian Piring
Sebagi wanita multi tasking, kegiatan mencuci piring, sering jadi momen untuk aku melakukan refleksi di luar kegiatan ibadah rutin. Tangan tetap bergerak, tapi pikiran bisa bermain, karena aku jadi bisa ngobrol dengan diri sendiri. Sekelumit pertanyaan dasar: Kenapa aku tidak nyaman hari ini? Apa…

AES870 Meng-atas-i Pikiran
Sudah cukup lama mengamati bahwa entah kenapa semakin ke sini, semakin banyak orang yang bicara tentang over-thinking. Menarik. Tantangan berikutnya adalah memahami bagaimana pikiran manusia bekerja. Kenapa kita semua tidak berhasil mengelola, menata pikiran kita agar tidak berlebihan. Dari mana pi…


