AES145 Kalimat Ganti

Lampu merah Gerbang Tol Pasteur memang tempat yang spesial. Bagiku jalan leher botol yang menyempit dari gerbang tol sampai lampu merah ibarat ‘jalan keluar’. Ya semua orang berlomba-lomba secepat mungkin keluar dari sana, tapi kali ini aku coba menikmati momen penuh sesak itu untuk tidak berlomba dan menerima kemacetan.
Sambil menarik napas perlahan, aku coba menenangkan diri. Membuat kalimat ganti, yang sekarang sedang berputar ulang di kepala yang rasanya terlalu membebani.
Semua harus selesai hari ini. “Aku akan menyelesaikan sebisaku, tidak perlu selesai semua hari ini.”
Semua harus sesuai dengan mauku. “Dalam perjalanannya mungkin ada sedikit perubahan dari kemauanku, tidak apa-apa.”
Ada saja yang terasa kurang. “Tidak ada hasil yang sempurna, bahkan bisa mendekati sempurna saja sudah cukup.”
Semua materi harus ku kuasai secepatnya. “Saat mempelajari hal baru tentu saja semua tampak gamang dan membingungkan, tak apa belajar perlahan sesuaikan saja dengan tempo mu sendiri.”
Aku tidak boleh mengecewakan mereka. “Nyatanya akulah sendiri yang kecewa karena terlalu tinggi memasang ekspektasi.”
Aku merasa sendiri menjalani ini semua. “Akulah yang tidak mengijinkan siapapun menolongku, boleh kok meminta pertolongan pada situasi seperti ini, tidak apa mengandalkan orang lain.”
Selalu saja ada penghambat yang menghalangi jalanku. “Bukankah justru itu yang membuat kita lebih dewasa, belajar hal baru dan berusaha menghadapinya.”
Aku lelah. “Tidak apa beristirahat sejenak, justru itulah yang membuat manusia menjadi manusia, aku memiliki batas.”
Perlahan semua suara di kepala yang meragukan diri berangsur samar. Diriku yang sebenarnya kembali hadir melewati lampu merah yang menghentikan lajuku hanya beberapa menit tadi. Sekarang aku kembali berjalan dengan perasaan yang lebih tenang. Aku sudah berhasil melewati ‘jalan keluar’.
Komentar (1)
Keren!
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES123 Acrophobia
Sebagian orang mungkin punya phobianya sendiri, untukku itu adalah ketinggian. Tampak konyol memang kalau dipikir-pikir namun nyatanya begitu. Sejak kapan aku merasa takut berlebih terhadap ketinggian akupun lupa. Berada dalam kondisi tertentu seperti berdiri dipinggir lift dengan kaca bening, meli…
Sanya21
AES002 Refleksi di Balik Cucian Piring
Sebagi wanita multi tasking, kegiatan mencuci piring, sering jadi momen untuk aku melakukan refleksi di luar kegiatan ibadah rutin. Tangan tetap bergerak, tapi pikiran bisa bermain, karena aku jadi bisa ngobrol dengan diri sendiri. Sekelumit pertanyaan dasar: Kenapa aku tidak nyaman hari ini? Apa…

AES870 Meng-atas-i Pikiran
Sudah cukup lama mengamati bahwa entah kenapa semakin ke sini, semakin banyak orang yang bicara tentang over-thinking. Menarik. Tantangan berikutnya adalah memahami bagaimana pikiran manusia bekerja. Kenapa kita semua tidak berhasil mengelola, menata pikiran kita agar tidak berlebihan. Dari mana pi…

