AtomicEssay

AES390 No Looking Back

Andy Sutiosopenulis arsip2

Rabu, 29 Juni 2022, buat saya pribadi adalah momen besar - sebagai orangtua tentunya. Bukan pengalaman pertama, karena sudah beberapa kali mendapatkan pengalaman semacam ini. Pertama sewaktu Rico berangkat ke Temanggung untuk proyek pribadinya di KPB. Kedua waktu Inka (kakaknya Rico) berangkat ke Jerman beberapa tahun yang lalu untuk program Au-Pairnya. Terakhir, saya mengalami lagi saat mengantar Rico berangkat di minggu lalu. 

Rabu kemarin - Rico mendapatkan peluang untuk juga berangkat mengejar mimpinya untuk belajar dan hidup di luar negeri. Satu rencana yang juga tertunda karena situasi pandemi. 

20220629_193226.jpgDalam tulisan ini saya ingin menyampaikan perpektif saya sebagai orangtua yang melepas putra/putrinya mengambil langkah besar dalam kehidupan mereka. 

Setelah berpisah, apa yang sangat saya perhatikan adalah bagaimana mereka melangkah - menjauh dari kita. Buat saya ini yang sangat saya amati. Bagaimana mereka melangkah menuju apa yang mereka cita-citakan. Ini menggambarkan keyakinan diri, dan keyakinan, motivasi diri terhadap apa yang akan mereka jalani. Waktu Rico berangkat ke Temanggung hal itu juga yang saya amati dari Rico di stasiun Kereta Api Bandung. Bagaimana bahasa tubuhnya. Apakah dia yakin, ragu, masih melihat ke belakang?

Saya juga yakin itu menggambarkan bagaimana dia akan menjalani prosesnya di sana. Ini menggaris bawahi judul tulisan ini "No Looking Back". Ini menggambarkan keyakinan diri terhadap apa yang akan mereka jalani - sendiri... 

Sebaliknya, bagi saya sebagai orangtua, ini juga memberikan keyakinan - karena melihat anak-anak kita yakin dengan langkah mereka sendiri. Merefleksikan saya sebagai orangtua, melepas anak-anak untuk mengejar mimpi mereka di usia yang relatif masih muda - tidak pernah mudah. 

Mungkin di sinilah rasa sayang kita diuji. Apakah kita sebagai orangtua bisa memberi mereka ruang untuk menjadi diri mereka sendiri, mengejar apa yang mereka inginkan untuk hidup dan kehidupan mereka masing-masing. Seperti apa yang dikisahkan oleh kak Mamat dalam esainya Panah Hidup di Semi Palar. Saya sepakat dengan pandangan kak Mamat. Jadi ya. Semoga tulisan pendek ini bermanfaat.  

Photo by Sharefaith: https://www.pexels.com/photo/man-facing-road-1248418/

Komentar (1)

MSetyamukti

Dalam waktu yang tidak lama, akan mengalami hal serupa, tidak mudah, tetapi memang harus dilakukan, demi masa depan anak2 kita....

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES398 93 Thousand Miles

Hmm kali ini tulisannya sedikit agak mellow, terkait dengan kepergian Rico mengejar mimpinya di Jerman sana. Pergi belajar di luar negeri memang sudah jadi keinginan besar Rico sejak lama. Karena berbagai hal, pandemi salah satunya, rencana kepergian Rico memang terbentur banyak penghalang. Bagusny…

Andy Sutioso53
AtomicEssay

AES#041 Perjalanan Mandiri Sebagai Orang Tua

Hari Jumat beberapa waktu yang lalu kelasnya Boni mengadakan perjalanan mandiri ke rumah narasumber masing-masing untuk mempelajari lebih lanjut tentang kehidupan di Jawa. Ini dalam rangka persiapan Perjalanan Besar ke Jawa Tengah yang akan diselenggarakan bulan Februari yang akan datang. Perjalana…

Murdeani72
AtomicEssay

AES130 Melepas Kepergian

Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, hari kemping di sekolah. Anak kecil itu nampak bersemangat sekaligus gugup, dalam perjalanan ke sekolah dia tampak sedang mengingat-ingat apa saja perbekalan yang sudah disiapkan apakah ada yang tertinggal atau sudah lengkap. Alisnya menekuk, matanya melihat ke…

Sanya21