AES14 - Tetaplah lapar, tetaplah bodoh

Saya selalu membawa dan menyimpan satu buku ini, judulnya Kubik Leadership, buku ini saya dapatkan lama sekali, saat masih menjadi mahasiswa, waktu itu saya hobi ikut seminar kemana-mana terutama yang bertema pengembangan diri. Waktu itu, saya pernah menyengaja ikut seminar jauh-jauh ke jakarta, untuk bertemu penulis buku ini. Pas datang, saya kaget karena saya mahasiswa satu-satunya yang lain kebanyakan profesional atau karyawan BUMN, namun hadir diantara orang-orang berilmu selalu menyenangkan, saya diajak untuk aktif dan saya pun merasa makin pede. Nah di akhir acara penulisnya memberikan tanda tangan dan memberi pesan tertulis yaitu tetaplah lapar dan tetaplah bodoh.
Saya coba merenungi kembali kutipan 'tetaplah lapar' dan 'tetaplah bodoh', kutipan itu berasal dari Steve Jobs, karena memang dalam hidup ini, untuk bertumbuh haruslah merasa lapar dan bodoh.
Tetaplah lapar
Menurut saya, lapar ini maksudnya adalah lapar akan pengetahuan dan pengalaman. Apalagi peran saya sebagai fasilitator harus senantiasa menyengaja belajar hal baru dan belajar dari siapa saja. Di Smipa ruang ini tentulah sangat terbuka, 'karma' rumah Belajar memang sangat terasa, setiap pergantian tema kita harus mampu untuk terus relevan, karena spirit yang diangkat adalah kontekstual sederhana dan mendalam. Mau tidak mau kita harus belajar menyelami banyak hal kemudian memilah sebagai upaya untuk membagikan teman-teman 'pengalaman belajar yang bermakna' tidak hanya transfer pengetahuan. Karena tentu saja, jika hanya transfer pengetahuan pasti kalah dengan AI mau internet.
Tetaplah bodoh
Tetaplah bodoh juga menurutku sangat penting sekali, ketika saya merasa bodoh dan mendapatkan pengetahuan, maka saya sering kali akan merasa 'tercerahkan' dan itu rasanya bahagia sekali.Tetap bodoh juga memungkinkan saya untuk tetap 'terbuka' dan belajar dengan siapa saja, termasuk dari teman-teman, karena banyak sekali teman-teman Smipa yang hebat dan banyak memberikan pencerahan untuk kami, kakak-kakaknya.Tetaplah bodoh juga menjaga saya dari 'merasa', karena penyakit 'merasa' dan 'merasa paling' sangat berbahaya sekali, bisa membuat 'tidak bertumbuh' karena sudah merasa cukup, padahal tentunya ilmu dan pengetahuan masih banyak sekali yang belum diketahui.
Tentunya saya percaya bahwa penulis memberi pesan ini, bukan karena kebetulan, semoga saya bisa terus mengingat dan mengamalkan stay hungry stay foolish dalam setiap kesempatan.
Komentar (1)
Saya barusan nulis ini kak Asep. Nyambung banget sama apa yang kak Asep tuliskan di sini. https://ririungan.semipalar.sch.id/kak-andy/blog/6217/aes662-merasa-sudah Hayu atuh kak nulis lagi...
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES06 - Belajar terus mengelola emosi
Hari kemarin, saya mengikuti kegiatan Lingkar Belajar (LB) yaitu pengelolaan emosi kakak. Yang mana, LB tersebut bertujuan untuk belajar dan mengingat kembali bagaimana mengelola emosi saat menjalankan amanah di keseharian, memang bagi kakak fasilitator di Smipa yang memiliki misi tidak hanya trans…

AES951 Siap Bersekolah
Pagi ini di ruang tempat kami berdiskusi - berkoordinasi, terdegar suara tangisan seorang anak. Hari Selasa ini kami baru memasuki hari ke lima bersekolah, di TP ke 22 ini. Mengamati sebentar, sepertinya ini terjadi karena kenyamanan teman baru ini di rumah barunya. Murid di TK-A yang masih perlu w…

AES 72 BAGAIMANA BENTUK TUHAN?
Apa yang kita ingat saat kita berusia 5 tahun? Pernahkah terpikir tentang bagaimana bentuk Tuhan? Kawan Saron, teman ajaibku di 2 tahun terakhir ini. Menemani mereka dari Sobat Dero yang usianya 4 tahun, hingga usia mereka saat ini. Ada yang berusia 5 tahun, ada juga yang baru merayakan usia 6 tahu…


