AES161 Refleksi Pagi di Festlit

Jujur saja saat dihadapkan dengan banyak pilihan kita akan lebih banyak bingung namun dengan sedikit atau bahkan tanpa pilihan kita menjadi resah juga artinya apapun kondisinya kita semua cenderung mengeluh. Begitukah manusia?
Setiap hari kita dihadapkan dengan berbagai pilihan. Dari mulai bangun tidur kita sudah memilih akan mematikan alarm atau mengaktifkan snooze. Selesai mandi kita mau memakai baju apa hari ini apakah tergantung cuaca di luar atau sesuai mood. Kemudian saat berangkat menuju sekolah apakah kita akan menggunakkan jalur yang biasa kita lewati atau melihat aplikasi untuk melihat titik macet sehingga keterlambatan dapat dihindari. Jadi?
Begitu pintarnya otak kita, dengan berbagai pilihan yang dihadapkan setiap hari sebagian besar akan masuk dalam mode otomatis. Secara tidak sadar kita langsung memilih, tanpa kita sadari sebenarnya kita sedang berjalan dalam pilihan yang mungkin ‘tidak kita sadari’ dengan dalih, efisiensi sistem. Bagaimanapun kerja otak untuk memilih secara sadar butuh gula lebih banyak. Setelahnya?
Beberapa pilihan yang kita ambil dengan mode otomatis akan kita sesali dengan dalih, seharusnya aku tidak memilih pilihan tersebut.
Sampai disini, semua penyesalan akan kita label dengan sebuah bentuk kegagalan. Kita, gagal.
Menyabotase diri atas pilihan tidak sadar lalu tenggelam lebih jauh atas nama ketidakberdayaan.
Menariknya disaat masuk fase penyesalan ini kita secara ‘sadar’ mengalami perasaan berat itu. Bagaimanapun koneksi pengalaman dengan perasaan lebih kuat jadi sehingga membuat kita lebih menyadarinya. Unik dan kompleks memang cara kerja otak kita ini, kesalahan dan kekeliruan di masa lampau kadang malah lebih berbekas dibanding keberhasilan dan kenyamanan yang selama ini kita anggap adalah hal yang wajar. Maka dari itu hadirlah dan sadari keberadaan kita saat ini sesederhana menyadari bahwa pikiran, perasaan, napas, gerakan kita adalah bagian dari diri kita yang sejati. Semua rasa, fase hidup, pilihan yang pernah diambil membuat kita semakin kaya akan kebersyukuran.
Nikmati hari ini sebagai salah satu dari fase hidup yang menyenangkan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES162 Homonim
Menurutku belajar bahasa indonesia cukup sulit. Tingkat kesulitannya lebih tinggi dibanding bahasa inggris. Apalagi kita, orang indonesia negara kepulauan, negara kesukuan. Memang keragaman ini melekat menjadi identitas kita.Nah aku jadi dapat ide menulis ringan seputar bahasa yang kita sering paka…

AES160 Pertanyaan Akhir Pekan
Izinkan aku bertanya satu pertanyaan pada penghujung akhir pekan ini.Apa yang membuatmu bahagia hari ini?Jika aku yang mendapat pertanyaan tersebut maka aku akan berpikir sejenak lalu memutar ulang singkat apa yang aku lakukan semenjak pagi hari tadi hingga sekarang pada saat mengetik, lalu aku aka…
AES159 Somethin’ New
Ternyata, aku suka ngobrol.Aku suka ngobrol dengan satu orang saja lebih tepatnya karena jika sudah duduk bersama tiga orang atau lebih aku lebih suka menjadi pendengar. Rasanya sayang kalau melewatkan kesempatan mendengar pandangan banyak orang apalagi kalau bahasannya seru. Aku dapat banyak hal h…
