AES164 Lestari atau Progresif

Menginspeksi kandang.
Ketika ada atap yang bocor, perlu tindakan langsung pada ketidak betulan itu dengan langsung membetulkannya. Bisa dengan cara ditambal, bisa dengan cara diganti.
Ketika ada pijakan yang rapuh, perlu tindakan langsung pada ketidak betulan itu dengan langsung membetulkannya. Bisa dengan cara ditambal, bisa dengan cara diganti.
Pada hal yang tidak betul dilakukan pembetulan, pada hal yang mulai menurun dilakukan peningkatan. Segera dan secepatnya, mengembalikan kepada keadaan semula.
Bahkan perkuatan yang dilakukan tidak membuatnya lebih, itu semua hanya membuatnya kembali kepada keadaan semula. Atap yang menaungi dan pijakan yang menopang.
Begitulah model mental lestari.
~
Keluar dari kandang, menemukan tanaman dan tumbuhan yang semakin berkembang. Keduanya memang tumbuhan, bedanya yang tanaman ditumbuhkan dengan sengaja.
Ada tanaman yang dikehendaki berkembang, malah terhenti dan begitu-begitu saja. Ada juga yang berkembang sesuai dengan harapan. Apakah tindakan selanjutnya?
Sibuk memperbaiki yang terhenti dan mencurahkan tenaga demi perbaikannya? Atau menjaga dan mempersiapkan panen yang sebentar lagi mekar berbuah?
Ada tumbuhan yang secara alamiah ikut berkembang bersama tanaman. Ada yang ternyata mendukung harapan, ada juga yang menghambat. Sepaket memang. Apakah tindakan selanjutnya?
Sibuk memperbaiki yang menghambat dan mencurahkan tenaga demi perbaikannya? Atau mencabutnya dalam rangka memberi ruang bagi tanaman yang sebentar lagi mekar berbuah?
~
Begini lah model mental progresif diaplikasikan.
Tanaman yang terhenti perkembangan dikesampingkan sementara fokus pada yang sedang proses mekar dan akan merekah atau berbuah.
Tumbuhan malah lebih simpel, langsung cabut yang menghambat dan pupuk yang mendukung.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
