AES164 Mantra

Sebuah buku dengan judul Let It Go beberapa kali muncul saat aku membuka medsos. Tak lama kemudian, buku yang sama terlihat di meja kerja salah seorang kakak. Bagus katanya. Lalu dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama muncul artikel mengenai frasa let it go ini saat membuka google. Sepertinya ini salah satu contoh algoritma yang ditulis oleh ka Fifin Artikel itu menyanding let it go dengan let it be. Pertanyaannya, mantra mana yang kamu gunakan saat berada dalam kesulitan. Bukan memilih antara the Beatles dan Elsa di Frozen ya.. Ini jadi lebih menarik untuk aku. Kedua istilah itu memang jadi populer lantaran pernah digunakan sebagai judul lagu yang sempat nge-hits. Dalam bahasa Indonesia mungkin tidak terlalu terasa. Tapi dalam bahasa Inggris, perbedaannya kok jadi terasa cukup signifikan. Let it go mengandung arti to forget or not care about something, lupakan atau abaikan. Sementara let it be mengandung makna, semua yang terjadi biarlah terjadi.
Sesuatu yang tidak baik, mengesalkan, mengganggu, memicu marah, ya pantasnya dilupakan atau diabaikan saja. Tapi yang namanya perasaan, ga semudah menaruh barang di tempat yang tidak terlihat. Di Indonesia, terutama saran untuk pasrah, ikhlas, legowo, dalam budaya Jawa, sepertinya lebih dekat dengan let it be. Ketika sesuatu yang berat, buruk atau sulit terjadi, impuls yang muncul biasanya fight, menyerang, marah, mencari pihak yang bisa ditunjuk untuk bertanggung jawab. Atau Flight, lari, kabur, menghindar, bersembunyi, tak ingin terlibat, apalagi bertanggung jawab. Harapannya bisa mengabaikan dan melupakan situasi tersebut. Namun seringkali hal itu tetap ada di dalam diri, di lubuk hati. Let it be, di sisi lain adalah memberi ruang untuk hal itu terjadi, hingga dapat menyadari bahwa hal itu membuat kesal, sedih, marah, atau rasa lainnya yang muncul, dan mengolahnya agar dapat berterima dengan ikhlas. Dan mengacu pada lagu the Beatles, ada kelanjutan yang menarik pada liriknya,"there will be an answer, let it be". Akan ada jawaban ketika kita menerima apa yang terjadi, meski mungkin ga secara langsung. Apapun yang dipilih, yang penting untuk aku adalah menyadari hal-hal yang dapat kita kendalikan dan yang berada di luar kendali kita..
Photo by Maksim Goncharenok: https://www.pexels.com/photo/let-it-be-sign-on-black-backgroud-5550330/
Komentar (3)
Bagus sekali kak Ine. Love it.
Keren banget ka Ine.
terima kasih @joefelus, @kak-andy :)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

117 waktu
Pagi tadi menjumpai sebaris kalimat yang menggelitik, “People want more time, then ‘kill time’”. Iya ya, aku sering mengeluh tentang waktu. Ketika merasa kekurangan atau kehabisan waktu, ketika merasa membuang-buang waktu, ataupun sebaliknya ketika musti menunggu atau menghabiskan waktu. Namun dala…

AES54 be kind to yourself
Tak sengaja menemukan video ini. Terlalu bagus dan indah untuk tidak dibagikan. Sedikit cerita mengenai lagu ini bisa didengar dari penuturan sebelum lagu dinyanyikan. Singkatnya, sang penyanyi adalah seorang ayah dari anak perempuan berusia 13 tahun. Mengenali dirinya, sang ayah menggambarkan bahw…

AES16 musik untuk anak
Aku bukan pemusik, rasanya tidak banyak juga paparan musik yang aku dapat saat kecil. Hingga sekarang pun aku lebih banyak menikmati musik yang ringan, mudah dicerna. Tapi terasa sekali bahwa di keseharian musik semakin banyak menemani kegiatan di rumah. Karena itu kalimat yang ditulis pak Ahkam da…


