AES170 Price’s Law of Scalling

Katanya, akar pangkat dua dari jumlah total orang dalam suatu organisasi lah yang memproduksi setengah kualitas pekerjaan keseluruhan. Jadi misalnya satu kelompok berisi sembilan orang mengerjakan satu proyek bersama, tiga orang anggotanya adalah yang berkontribusi sebesar lima puluh persen kualitas kerja kelompok secara keseluruhan. Gak hasil doang, ada prosesnya. Gak produk doang, ada komunikasinya. Gak beres doang, ada manfaatnya.
Berarti kalau ada 36 orang dalam suatu komunitas, bisa jadi hanya 6 orang yang menanggung 50% tanggung jawab. Hanya 6 orang yang berkembang secara pesat. Hanya 6 orang yang mengerti dengan sangat. Yang ketika 30 orang lainnya bekerja dan menghasilkan karya, kualitas setara dengan 6 orang bekerja sama dan menghasilkan karya serupa.
Repot juga kalau satu kelompok isinya berempat, jadi pertarungan antara dua kubu yang tidak pernah usai. Karena sama kuat, sangat melelahkan. Hasilnya pun hanya antara dua kutub, sangat berhasil atau sangat gagal. Gak ada yang di tengah.
Kalau satu kelompok isinya bersembilan, lumayan. Ada tiga kubu yang berbeda pandangan dan kalau yang dua kubu tidak bersatu, satu kubu yang berisi tiga jawara itu tidak akan terkalahkan. Pun, kalau tiga lawan enam pun hasilnya seimbang. Hanya, ini lumayan, karena ada chance tiga orang dari kubu biasa malah bergabung dengan tiga jawara dari kubu alfa ini. Bisa kaderisasi.
Kalau satu kelompok isinya berenam belas, hampir optimal. Karena empat kubu bisa jadi dinamika yang menyenangkan, aman karena selalu ada ruang untuk improvisasi dan rencana cadangan. Bahkan yang spontan bisa terasa mencerahkan.
Memang, paling optimal kalau ada 25 orang dengan 5 jawara di bidangnya masing-masing yang mampu bekooperasi. Lima orang jawara kooperatif ini menjamin kualitas 50% terpenuhi. Sisanya, tinggal kaderisasi, kapasitasi, riset, dan pengembangan.
Satu jawara menjadikan satu anggota saja naik levelnya, sudah ada 10 jawara bermental vokasional untuk pergerakan ke depannya. Yang mampu menjamin kualitas karya setara 90 anggota biasa bermotivasi kerja profesional.
Jadi, idealnya berapa kalau gitu?
50 orang dengan satu pemimpin yang disegani. Ya, disegani. Tidak perlu dicintai, karena mencintai membutuhkan kecerdasan yang tidak semua memilikinya.
Satu pemimpin yang mengarahkan lima jawara, memengaruhi empat puluh empat anggota. Satu visi yang direalisasi dengan contoh nyata, menggerakan lima penyerta, memengaruhi empat puluh empat peserta. Satu organisasi ini, mengubah dunia melalui pengaruh pergerakannya kepada 250 orang di sekeliling mereka semua.
Komentar (1)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

