AtomicEssay

AES173 Tong Kaleng Tong Geret

leoamuristpenulis arsip2

“Tidak lama tidak bersua, rasanya kurang lama. Seperti masih perlu lebih lama lagi tak bertatap muka, bahkan kalau perlu tak usah lagi berjumpa.” Sahut tonggeret kepada batang pohon. Memang hanya ocehan saja itu, karena apa lah arti tonggeret tanpa batang pohon tempatnya hinggap. Nanti jadi tong kosong nyaring bunyinya. Karena tonggeret yang melepaskan diri dari batang pohon akan terjatuh, masuk ke tong sampah kaleng yang barusan dikosongkan isinya.

Semakin berbunyi lantang di dalam kaleng kosong, bukan semakin banyak yang datang menyelamatkan. Malahan semakin dihindari karena terlalu berisik, suaranya memekakan telinga hingga menggoncang jiwa. Yang seperti ini secara natural tidak didekati kan, malahan perlu dijauhi. Kecuali kalau hendak melawan kausalitas alamiah ini dengan ideologi heroisme, bahwa semuanya bisa diselamatkan dengan membuka ruang obrolan dan memberikan pemahaman.

Memaksakan diri untuk melakukan tindakan heroik macam itu seperti, mengajak kodok untuk terbang. Melompat saja berat, ingatlah bahwa kodok bukan katak. Memang, tampaknya lincah kodok itu. Namun begitu diperhatikan lebih lama sedikit, lidahnya saja yang lincah menangkap lalat yang beterbangan di sekitar tong sampah. Sedangkan badannya tetap di situ-situ saja. Seakan melompat padahal menggeret badan saja ketika berpindah. Beda lho menggeret dengan tonggeret. Walau sama-sama pakai ‘geret’, yang bikin siput geregetan kepada keduanya. Walaupun begitu, siput tetap mengikut.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41