AtomicEssay

AES177 KANAA

leoamuristpenulis arsip2

_sumber foto : pinterest

Kenapa sekarang, mendadak, dan tidak ada kesempatan menolak? Karena kesiapan diri tidak bisa diukur dengan tepat oleh diri sendiri, perlu konfirmasi orang lain. Paling tepat kisaran diri terhadap diri sendiri adalah 50% dan begitu pula dengan kisaran diri sendiri kepada orang lain pun 50% sehingga, pengukuran kesiapan diri adalah hasil penilaian diri sendiri dan orang lain. Kalau ternyata kemendadakan dan kesekarangan ini hadir saat ini, berarti saat ini lah waktunya.

Apakah dengan pemahaman, peyakinan, dan penguatan, kita membantu? Tentu tidak, kata hanyalah kata yang tanpa makna tanpa kerja menyatakannya. Seperti seorang Ibu yang membantu dengan kerja, bukan kata. Bahkan kerjanya adalah berkata kepada lingkungan tempatnya dan anaknya berada, “Ikuti saja instruksinya, tanpa banyak tanya, tanpa banyak gerutu, tanpa banyak tunda, tanpa banyak seharusnya.” Kerja bisa mencakup berkata, kata tidak mencakup bekerja.

Negosiasi adalah langkah pertama. Bukan dengan orang lain, justru dengan diri sendiri. Setiap sel memiliki memorinya sendiri, setiap jaringan memiliki polanya sendiri, dan setiap organ memiliki perilakunya sendiri. Negosiasi pertama adalah dengan mengenali ritme semuanya, menemukan harmoni untuk satu situasi. Saat ini. Logika, musika, estetika adalah negosiasi pertama yang pada titik keseimbangannya kita beri nama inner peace. Barulah memberi instruksi.

Aplikasi pemahaman dari pengalaman dan implementasi kebijaksanaan dari pengetahuan, demikianlah aksi sesungguhnya. Saking praktikalnya, tindakan itu terasa seperti sabda yang mencerahkan. Tidak melulu menenangkan, karena pencerahan seringkali menggelisahkan. Seperti mengisi wadah jus dengan air mineral biasa, di saat semua orang sedang bersukacita dan berniat menikmati sajian kuliner yang kaya rasa. Instruksi menyuguhkan air biasa jelas memancing penolakan reaktif.

Apresiasi membutuhkan kecerdasan. Makanya, kepemimpinan itu bukanlah soal bagaimana memimpin. Malahan, soal bagaimana dipimpin. Kalau tidak memiliki pengetahuan baiklah memiliki kesetiaan, kalau tidak memiliki kebijaksanaan baiklah memiliki kedisiplinan. Sehingga ketika instruksi datang, sigap melaksanakan. Memang awalnya belum tahu bahwa air biasa justru semakin memperkaya rasa hidangan kalau diminum di saat paling tepat, barulah paham setelah melaksanakan.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41