AtomicEssay

AES179 Ngerti Belum Tentu Bisa

leoamuristpenulis arsip2

Banyak pertanyaan yang tidak perlu dipertanyakan sebenarnya, terutama pertanyaan mengenai tindakan. Karena persoalan tindakan hanya perihal keselarasan apa yang dikatakan dengan apa yang dinyatakan.

Misalnya, kita mempersoalkan mereka yang selalu terlambat dan seenaknya saja. Segala pembahasan dan penemuan, pengetahuan dan penelitian, percuma. Karena standar kita diterapkan kepada perilaku mereka.

Yang lebih pas bisa jadi adalah perilaku kita diterapkan kepada perilaku mereka. Jadi perbandingannya adalah pola perilaku dengan pola perilaku. Bukan pola perilaku dengan pola pemikiran.

Kita bilang mereka arogan. Bukankah arogansi kita yang menilai mereka arogan. Kita bilang mereka enggan terlibat. Bukankah keengganan kita untuk terlibat yang mereka contoh.

Seringkali kalau sudah duduk di kursi atas, apalagi dengan badan yang berat oleh pengetahuan (asumsi) dan keinginan (ekspektasi), jadi tidak mampu menapakkan kaki di tanah yang sama.

Karena sudah pernah, tidak berarti tidak perlu lagi sekarang. Karena sudah mengerti, tidak berarti tidak perlu lagi sekarang. Justru karena sudah pernah dan sudah mengerti, perlu nyatakan lagi sekarang.

Bukan kata-kata kita kan yang diserap sebagai ilmu. Justru tindakan kita menyatakan kata-kata itulah yang bernilai, katanya selaras dengan nyatanya.

Alih-alih berteori seharusnya begini begitu blablabla, lebih kena kalau langsung mengelap jendela bersama-sama sambil berbagi ilmu mengelap jendela. Terlepas dari merasa sudah mengerti karena sudah tiga puluh tiga tahun melakukan hal itu setiap tiga hari.

Justru itulah nilainya, menyatakan kembali katanya yang sudah tiga puluh tiga kali tiga kali itu. Sekarang.

Nilai kan terletak pada nyatanya, bukan pada katanya. Salah satu maksud dari ngarti can tangtu bisa adalah memberi contoh tindakan, bukan memberi perintah. Mengerjakan bersama-sama, bukan mengawasi dan berkomentar seharusnya, koq gitu sih, gak tau lagi mau ngomong apa.

Karena memang sudah tidak ada lagi yang perlu diomongin, perlunya ditindak lanjutin.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41