AES18 - My Mister
Aku jarang sekali mereview sebuah film/series, tapi menurutku salah satu film ini pantas untuk aku review. Series ini bernama My Mister. Ada banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ini adalah salah satu series yang bisa menyentuh hati dan juga hampir mendekati dengan kehidupan nyata.
My Mister mengisahkan tentang perjalanan hidup dua orang dari latar belakang berbeda. Park Dong Hoon adalah pria paruh baya yang berprofesi sebagai insinyur di sebuah perusahaan arsitektur. Dia menikah dan punya anak yang sekolah diluar negri tapi hidupnya tak bahagia. Sebab, istrinya diam-diam selingkuh dengan Do Joon Young, CEO perusahaan tempat Dong Hoon bekerja.
Disisi lain, Lee Ji An adalah seorang karyawan umum berumur 20an. Dia adalah seorang anak yatim yang memiliki banyak hutang akibat orangtuanya dulu. Dia juga harus merawat neneknya yang sedang sakit dan tuli. Jadi, Ji An berusaha dengan susah payah untuk bisa bertahan hidup. Saat itu juga, Park Dong Hoon sedang dijebak oleh CEO perusahaan itu dengan cara seolah-olah Park Dong Hoon menerima suap. Itu karena CEO itu ketahuan selingkuh dengan istri Park Dong Hoon. Ji An melihat kejadian itu dan mencuri uang suap itu untuk membayar hutangnya. Ternyata Ji An baru sadar bahwa uang itu adalah jebakan, jadi dia berniat untuk membantu Dong Hoon, tetapi dengan cara yang salah.
Tapi intinya, di series ini aku belajar tentang sahabat sejati. Sahabat sejati tidak akan menceritakan hal-hal buruk kita kepada orang lain, selalu sedia membantu disituasi apapun, dan masih banyak lagi. Sahabat sejati juga bukan selalu berarti harus seumuran, di series itu mereka berbeda 20 tahun lebih. Selain itu, aku juga belajar untuk berjuang bukannya menyerah. Peran Lee Ji An membantu aku berpikir untuk lebih kerja keras saat ada tantangan bukannya menyerah. Satu lagi yang menyentuh hati aku adalah membantu orang dikala susah. Kalau kita tahu ada yang membutuhkan bantuan kita, kita jangan tutup mata dan tidak bertindak. Kita justru mau bantu mereka agar masalahnya bisa selesai.
Aku sangat merekomendasikan series ini untuk ditonton karena cocok untuk remaja sampai orangtua pun. Semoga rekomendasi ini bisa jadi bahan tontonan selama di rumah saja.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES176 Perfect Days: Bagaimana Cara Mencintai Kesederhanaan?
Baru-baru ini aku nonton Perfect Days karya Wim Wenders, dan rasanya langsung nyambung banget sama pengalaman nonton Taste of Cherry dari Abbas Kiarostami. Keduanya bisa dibilang “slow cinema” murni, tapi punya rasa yang kontras meski sama-sama minimalis. Taste of Cherry terasa lebih gelap dan filo…

AES116 - Komorebi
Hirayama adalah seorang lelaki paruh baya yang menjalani hari dengan rutin sederhana sebagai pembersih toilet umum di Tokyo. Tiap pagi dia bangun, menyiram tanaman, mengenakan seragamnya, melepaskan jam tangannya. Dia keluar, tidak mengunci pintu rumahnya, membeli kopi dari vending machine, dan men…

AES879 Menyadari Perangkap Ilusi
Kalau bicara the Matrix, ingetnya bang Keanu yang emang aktingnya epic banget di serial filem The Matrix. Dulu mungkin kita lihat sebatas hiburan, tapi ternyata makin ke sini banyak yang bilang bahwa filem The Matrix ini adalah bukan semata filem fiksi, tapi sesungguhnya sebuah dokumenter. Menarik.…



