AES18 Shakshouka

Sebagian besar alasan suatu makanan aku masak adalah aku ingin makan makanan itu namun kondisi saat ini tidak memungkinkan. Termasuk makanan yang satu ini, makanan yang aku makan di suatu tempat makan ketika pandemi belum melanda. Namanya shakshouka, aku sendiri baru tau nama makanannya ini ketika mencari resepnya minggu lalu.
Intinya, ini adalah makanan berupa telur yang dimasak di atas saus yang mirip bolognese namun dengan tambahan paprika. Rasanya sendiri berbeda dengan bolognese, tidak hanya karena paprika tapi juga adanya beberapa rempah di dalamnya seperti ketumbar dan jinten. Shakshouka yang dulu aku makan disantap bersamaan dengan roti. Sebenarnya rotinya pun sangat mendukung rasa, karena menggunakan croissant. Ya sebenarnya tidak harus croissant. Tapi agar mengembalikan memori rasa yang dulu, aku menggunakan croissant yang dibeli di toko dekat rumah.
Bahan utama sausnya adalah tomat dan paprika. Seharusnya aku menggunakan tomato puree atau tomato paste. Kalau mau cepat ya bisa aja tomat biasa terus diblender. Tapi karena aku nggak mau banyak menggunakan barang, jadi aku potong aja tomatnya jadi ukuran kecil dan langsung dimasak saja. Semakin lama dimasak dia akan jadi lebih lembut dan lebih mudah dihancurkan. Tapi setelah memasak ini, aku lebih menganjurkan untuk menghancurkannya terlebih dahulu karena malah jadi menghabiskan waktu menunggu tomat lembut dan makanan jadi agak mengering sehingga harus terus ditambah air. Aku juga menambahkan potongan daging kecil ke sausnya, yang berakhir terlalu banyak daging dan saus jadi kurang halus.
Ketika sausnya sudah matang, tantangan selanjutnya adalah di telur. Bagaimana caranya agar telur bisa sampai dengan selamat di atas saus dan dimasak setengah matang. Untungnya telur yang aku masak bagian kuningnya tidak pecah. Namunnnn, malah jadi terlalu matang karena aku tidak menduga akan matang dengan cepat. Saat aku cek pertama kali masih terlihat agak mentah, eh pas kedua kalinya malah keburu matang. Jadi segera aku angkat dari kompor dan disajikan bersama croissant yang baru dihangatkan.
Memang rasanya tidak persis sama dengan yang dulu aku rasakan. Telurnya pun terlalu matang dan sausnya kurang halus. Tapi setidaknya rasanya tetap enak dan cukup untuk mengenyangkan kami sekeluarga.
Ada di Kompilasi:
Komentar (1)
yummy...
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES77 Kongguksu
Makan mie tapi kuahnya susu kedelai? Lagi-lagi karena menonton drama Korea alias drakor aku menemukan makanan yang menarik. Aku sudah pernah melihat makanan ini di dua drama yang telah aku tonton, yaitu Start-Up dan Hospital Playlist. Jadi nama makanan ini adalah kongguksu. Makanannya berupa mie ya…

AES48 Tahini
Sekitar sebulan yang lalu, aku dan keluargaku membeli tahini. Tahini simple-nya seperti selai kacang tapi dia berbahan dasar wijen. Tahini ini ada yang terbuat dari wijen putih maupun wijen hitam. Aku membeli tahini yang terbuat dari wijen putih. Awalnya tahini ini terlihat enak dan aku pun memang…

AES47 Horchata
Seperti biasa, aku menemukan hal yang ingin dimasak setelah melihat sosial media. Tapi kali ini yang aku buat adalah minuman. Minuman ini cukup menarik sebenarnya, karena terbuat dari beras. Ya aku pernah sih minum minuman yang mengandung beras juga seperti jamu beras kencur. Tapi yang satu ini tid…


