AtomicEssay

AES184 Yang Tampak

leoamuristpenulis arsip2

Yang tampak adalah segalanya, tiada kedalaman. Yang ada ya ada, yang gak ada ya gak ada. Jadi teringat kata Warhol, “I am a deeply superficial person.”

Apa yang terlihat, itulah semuanya. Jadi apa yang hendak diketahui dari yang tampak, tidak perlu menggali lebih dalam itu sudah. Karena tiada kedalaman, yang tampak adalah segalanya.

Caranya berjalan, caranya menjalankan tanggung jawab. Caranya berbicara, caranya berpikir. Caranya berpikir, caranya merasa. Caranya merasa, caranya membentuk tubuhnya.

Makanya, yang perlu menjadi fokus bukan pada yang kelihatan. Justru adalah pada melihat. Karena yang tampak adalah segalanya, yang kelihatan adalah segalanya. Kalau tidak mampu melihat, kesegalaan pun tidak tampak.

Dengan belajar melihat, tidak perlu menggali karena semua yang kelihatan sudah semuanya. Kelihatan bentuknya, terlihat caranya, melihat kemungkinan, peluang, sebab akibat.

Makanya, langkah pertama selalu adalah melihat. Semampu apa melihat, semampu apa meluaskan penglihatan, semampu apa melihat tanpa perlu melihat, semampu apa melihat diri sendiri melihat.

Barulah langkah selanjutnya menindak lanjuti, yang kelihatan. Urutannya mulai dari belakang urutan di paragraf ketiga tadi. Badan, rasa, pikir, bicara, jalan. Mudahnya, meningkatkan kualitas tanggung jawab ya dengan meningkatkan kualitas kebugaran badan.

Di sisi lain, jadi kelihatan juga. Apa yang ditindak lanjuti seseorang, baik itu melalui komentar atau permintaan atau penawaran atau bahkan inisiatif tindakan. Adalah apa yang kelihatan oleh seseorang itu. Seluas apa penglihatannya. Setelah terukur, balik lagi ke paragraf enam. Kalau mau mengikuti rekomendasi di paragraf lima.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41