AES185 Menyampaikan Pesan

Bukan dengan cara menyampaikan pesan atas nama seseorang kepada orang lain. “Eh, kata si X kamu perlu melakukan kegiatan Y, pokoknya kerjain aja soalnya saya juga disuruh menyampaikan pesan ini. Ngerti kan ya, udah pada gede dan udah pada pernah diajarin kan dulu. Kalau gitu saya melakukan Z dulu ya, kabarin kalau sudah selesai lalu isi daftar hadir harian.”
Justru dengan cara, “Yuk kita lakukan Y, ada tawaran dari X yang menantang nih. Mendukung tujuan kita ke Z juga, jadi kalau ada yang udah pernah ayo kita barengan. Kalau ada yang masih bingung, saya kasih contoh lalu kita kembangkan bersama-sama. Kita mulai dengan small step dulu, and the first thing is follow my step first. Nanti setelah itu kita saling cek ricek.”
Agar tidak jadi wacana saja, yang dimengerti bahkan dipahami. Namun, gagal diimplementasi karena kurangnya integritas diri. Kapasitas luas dan kapabilitas memadai, percuma kalau jarak pandangnya pendek saja. Belum lagi kalau enggan keluar kotak beroda empat yang bikin bisa ada dimana-mana tapi gak kemana-mana. Sempit memang kalau melihat hanya dari jendela.
Menyampaikan pesan adalah dengan menjadi pesan itu sendiri. Karena media penyampaian pesan akan menjadi pesan itu sendiri. Kalau hanya sekadar menyampaikan dan memilih menjadi media peyampai pesan, yang diterima oleh penerima pesan bukan pesannya. Malahan medianya yang dijadikan persoalan bahkan permasalahan, untuk apa memboroskan dana menggunakan kurir pesan.
Kalau ternyata sang media penyampai pesan, menjadi pesan itu sendiri. Dengan menghayati pesan dan menjadi model bagi pesan, sehingga menjadi pesan itu sendiri. Penerima pesan menjadi sungguh menerima pesan, karena nyatanya sama dengan katanya. Bukan sekadar wacana dan jari telunjuk yang terangkat saja. Semacam, kalau hendak menyampaikan pesan kebersihan awalilah dengan membersihkan sendiri.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
