AES188 MembaTu, Bisa BaNtu Apa

How we think, is how we feel. What we do, is what we think. Jadi bukan pada katanya, justru pada nyatanya. Seperti katanya akan ber-orientasi membantu, nyatanya malah bersikap membatu.
Memanfaatkan kesempatan untuk tidak melakukan apa-apa kalau tidak diminta melakukan apa-apa. Padahal, diminta membantu pun tetap tidak melakukan apa-apa dengan segala alasan untuk tetap membatu.
Alasan paling kerap adalah ketidak jelasan arah. Di sini lah kutipan awal kalimat paragraf pertama jadi terkonfirmasi. Karena arahnya sudah jelas kan, membantu. Arah itu yang di atas disebut orientasi.
Yang tidak jelas apa kalau begitu? Yang tidak jelas mungkin hal lain yang berbeda konteks, namun dimasukkan saja di sini. Namanya juga merangkai alasan, ada saja upayanya untuk tidak terlibat berupaya.
How we think is how we feel. Merasa tidak penting lah kegiatan di ruang ini, sehingga pikirannya di sana raganya di sini. Integritasnya minimal sekali, sedangkan integratisnya sangat maksimal.
What we do is what we think. Sikap dan perilaku membaTu padahal sudah dari awal bernarasi membantu, jelas mengungkap kondisi pikirannya. Sehebat apapun ternyata stagnan, seperti batu kan. Sebesar apapun, ya batu yang stagnan di situ.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
