AtomicEssay

AES189 Belajar Bukan Untuk Belajar

leoamuristpenulis arsip2

Kalau belajar hanya untuk belajar, jadinya hanya belajar. Gak jadi apa-apa, selain jadi pelajaran. Lalu diulangi lagi, dipelajari lagi. Belajar lagi. Berputar berulang tak henti oleh karena belajar hanya untuk belajar.

Memang sempit sih konteks pernyataan di atas. Gak apa-apa, justru konteks sempit inilah yang diperlukan dalam per-nyataan. Kalau konteksnya luas melulu, jadinya per-kataan melulu. Lihat track record, katanya selalu beda dengan nyatanya.

Jadi, penyataannya yang hendak diangkat lewat konteks sempit ini adalah belajar bukan untuk belajar. Belajar untuk apa dong kalau gitu? Belajar itu untuk apapun, kecuali untuk belajar. Kalau belajar untuk belajar, maka gak ada lah belajar itu.

Seperti belajar menyeruput kopi untuk menyeruput kopi, bukan untuk belajar menyeruput kopi. Seperti belajar cara kerja alat kupas gabah kering kopi untuk mengupas gabah kering kopi.

Bukan untuk belajar mengupas gabah kering kopi. Itu sih gakkan ngupas-ngupas, menunda melulu oleh alasannya masih belajar. Sepuluh tahun pun berlalu, gabah kopinya habis dimakan tikus. Menyeruput kopi hanyalah fiksi.

Nanti itu tidak ada, selalu sekarang dan sesekarang sekarangnya saja yang ada. Belajar itu di dahulu, bukan di nanti, bukan di sekarang. Sekarang adalah inisasi.

Narasi itu masa lalu, fiksi itu masa depan, inisiatif ini sekarang.

Seperti menjemur gabah kering, sambil melihat video cara kerja mesin kupas. Eh, pas buka-buka lemari menemukan penggiling kopi manual bekas. Respon tindakan : Inisiasi, inovasi, setel. Produksi! Dari kata jadi nyata, sekarang.

Sekarang, ada segelas kopi siap diseruput, sudah diseruput malahan pas lagi hangat-hangatnya seduhan. Yang tadinya gabah kering. Kenyataan ini terjadi karena belajarnya bukan untuk belajarBelajarnya untuk menjadikan gabah kering kopi menjadi segelas minuman.

Submitted and accepted. Then, approved.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00
AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41