AES192 Dua Orang

Ada dua orang yang berdiri bersebelahan. Setelah lama berbincang, salah satunya mundur perlahan. Mundur lagi pelan-pelan. Mundur terus, sampai jarak diantara keduanya renggang.
Lalu yang berjalan pelan mundur itu melihat bahwa teman bicaranya sudah jauh di depan. Ia pun berkata, “Mengapa kau meninggalkan aku.” Tidak pakai tanda tanya, retoris soalnya.
Ada dua orang lain yang sedang duduk-duduk menikmati suasana. Salah satunya bangkit berdiri dan mendadak marah-marah karena berisik anak-anak bermain di lapangan depan.
Ia bertanya kepada temannya yang masih duduk tenang, “Bagaimana bisa masih tenang kau, tiga jam menerus suara teriak-teriak itu dan masih sampai sekarang kedengaran?”
Jawab temannya, “Mungkin karena aku tidak mendengarkan, walaupun jelas kedengaran. Sedangkan kau mungkin terlalu mendengarkan, sampai yang tidak kedengaran pun jadi terdengar jelas.”
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

