AES193 Tulisan Yang Terlupakan

Jadi, maksud sebenarnya dari yang tertulis adalah untuk kembali kepada yang tidak tertulis. Yaitu pada keselarasannya. Misalnya, bilang akan mencontohkan suatu tindakan sebagai acuan. Maka, agar katanya selaras dengan nyatanya perlu ada tulisan yang mengingatkan.
Bukan malahan menjadikan tulisan sebagai tujuan utama. Seperti, “Lakukan lah seperti yang sudah dituliskan gausah banyak nanya lagi kan sudah jelas tertulis.” Ini sih bukan menjadi panutan yang selaras, malah menjadi panutan kebalikan. Maksudnya adalah menjadi sosok contoh yang tidak untuk ditiru.
Walk the talk. Ini seperti meminimalisasi instruksi, meminimalisasi refleksi, meminimalisasi proyeksi. Memaksimalisasi partisipasi. Jadi, tulisan adalah alat bantu untuk saling membaNtu. Bukan alat bantu untuk saling membaTu. Jadi keras kepala tidak mau tahu karena sudah tertulis.
Jadi keras hati tidak mau bantu, karena sudah tertulis. Melupakan kerendahan hati karena malas bergerak oleh badan yang kebanyakan dikekang kursi berpikir dan berkata, “Kan sudah ada tertulis, kenapa mesti diulangi lagi sih.” Bukankah ini memperlambat gerakan. Seperti terlalu banyak berpikir, jadi lambat reaksi badan.
Maksud dari yang tertulis adalah bukan untuk saling menunjukkan tulisan itu. Malahan maksudnya adalah saling menjadi bagian yang memperlincah gerakan dengan pengetahuannya dari yang telah tertuliskan. Tulisan itu kan acuan, bukan tujuan. Tulisan itu kan bantuan, bukan hambatan. Tulisan itu kan tulisan, bukan keterlibatan.
”Alih-alih mempersoalkan tulisan yang dilupakan atau terlupakan, baiklah untuk memberi pencerahan dan pengarahan berdasarkan tulisan itu.” Daripada bilang, “Tuh kan kelupaan padahal udah ditulisin, gimana sih ingatan. Gak mau tahu ah, pokoknya hanya mau ngelakuin yang ditulisin aja.” Sambil ujungnya nyuruh orang lain,
Bukankah lebih bijaksana untuk mengingatkan dengan posisi tangan sudah siap bekerja membantu, sesederhana ikutan nyapu lantai bersama-sama. Apalagi kalau peran yang dilakoni sekarang adalah seorang yang digugu dan ditiru, sikap dan perilakunya. Pengetahuan sih bisa niru langsung dari internet.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

AES511 Ākāra
Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…
